Operator Harus Tinjau Ulang Kebijakan Program SMS Gratis

Jakarta – Operator telekomunikasi diminta untuk meninjau ulang kebijakan program promo SMS gratisnya, karena dianggap menjadi salah satu penyebab benang kusut permasalahan kasus pencurian pulsa yang menimpa konsumen beberapa waktu terakhir.

Program promo bonus SMS gratis yang jor-joran™ diberikan para operator telekomunikasi dinilai berdampak pada penyelewengan yang dilakukan content provider (CP) nakal ataupun oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sudah saatnya operator merevisi kebijakan program promo bonus SMS gratisnya, karena justru banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang merugikan pelanggan oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab, ujar pengamat telekomunikasi Teguh Prasetya kepada Telsetnews di Jakarta. Sabtu (8/10) kemarin.

Menurut Teguh, pada awalnya program SMS gratis memang tidak bermasalah karena menjadi bagian dari strategi marketing operator. Namun, sayangnya program promo gratisan tersebut justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang merugikan pelanggan oleh para CP nakal atau pihak lain yang sengaja melakukan penipuan lewat SMS.

Program SMS gratis, tutur Teguh, memang sudah saatnya ditelaah ulang. Karena dari beberapa kasus pengaduan pelanggan, selain ditengarai kasus penyedotan pulsa, juga justru dimanfaatkan untuk mengirimkan spam-spam yang mengganggu, seperti menawarkan KTA, dll.

Operator harus melihat kepentingan yang lebih luas, yakni perlindungan, kepuasan, dan kenyamanan pelanggan. Jangan sibuk berkompetisi terus, hingga kurang memperhatikan perlindungan pada pelanggannya, saran Teguh.

Ia menyarankan, para operator bisa duduk bersama membicarakan masalah ini lewat ATSI  (Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia) untuk memediasi masalah ini. Berkompetisi itu wajar dalam bisnis, tapi jangan sampai pelanggan dirugikan. Semuanya bisa dibicarakan lewat ATSI kok, ucapnya menyarankan.

Teguh juga mengusulkan, mungkin sudah saatnya para operator tidak menggunakan SMS Premium sebagai alat pembayaran konten. Karena teknologi sistem pembayaran sekarang sudah banyak yang lebih canggih dan lebih secure, seperti misalnya menggunakan GPRS atau layanan e-wallet.

Menanggapi hal tesebut, Head of Corporate Communicatons XL, Febriati Nadira mengatakan, tidak bisa juga kalau langsung menyebutkan program SMS gratis yang ditawarkan operator sebagai akar masalah kasus-kasus penipuan lewat SMS. Karena manfaat yang diterima pelanggan dengan program tersebut juga dirasakan sangat besar.

Rasanya tidak adil juga kalau kita harus menghentikan program SMS gratis, karena lebih banyak pelanggan yang merasakan keuntungan dari pada kerugiannya. Jadi dalam menyikapi kasus ini jangan seperti peribahasa, karena nila setitik, rusak susu sebelangan™, jelas Febriati kepada Telsetnews

Ia berdalih, operator selama ini menjalankan program promo SMS gratis itu juga untuk memenuhi kebutuhan layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat. Jangan karena kesalahan kecil segelintir orang, lalu kemudian kita mengorbankan kebutuhan akan layanan telekomunikasi murah bagi ratusan juta pelanggan lainnya, ujarnya.

Yang terpenting adalah, tutur Febriati, saat ini para operator akan terus mengedukasi pelanggan agar tidak mudah terkecoh dengan SMS penipuan yang dikirimkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Kami juga sudah berupaya memproteksi pelanggan kami dengan cara mengedukasi pelanggan agar tak mudah percaya dengan SMS yang tidak benar. Kami berharap masyarakat bertanya dulu ke operator tentang konten yang ditawarkan, jelas Ira.

Saat ditanya masih banyaknya spaming yang memanfaatkan SMS gratis, misalnya untuk menawarkan KTA. Ia menyebutkan telah bekerjasama dengan pihak Bank Indonesia untuk menegur anggotanya (pihak perbankan, red), kalau memang ada indikasi penipuan.

Kami berharap, masyarakat bisa langsung melaporkan kepada operator kalau memang masih mendapatkan SMS yang dianggap mengandung penipuan, agar bisa langsung ditindaklanjuti, pungkasnya.[hbs]{jcomments on}

Previous articleXL Serahkan IB Award 2011
Next articleReview Blackberry 9930 Montana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here