Operator Harus Mau Bekerjasama Bangun Infrastruktur

Jakarta – Pemasalahan penetrasi fix internet yang masih sangat rendah saat ini, banyak dipengaruhi masih kurang bagusnya infrastrukstur yang dimiliki para operator di Indonesia. Untuk mengatasinya, operator mau saling bekerjasama membangun infrastruktur.

Harus diakui, sampai saat ini jujur saja semua operator di Indonesia masih belum bisa memberikan koneksi internet dengan harga yang reasonable dan kualitas yang acceptable, kata Dian Siswarini, Direktur Jaringan XL saat ditemui Telsetnews di kantornya di Menara Prima Building Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi operator saat ini karena memang pengadaan infrastrukturnya masih sangat mahal. Jadi tugas kita sekarang, bagaimana para operator dan juga Kominfo sebagai regulator bisa membangun infrastruktur yang lebih bagus lagi, tapi tetap bisa terjangkau masyarakat, dia berharap.

Namun ia pun mengakui, untuk kondisi sekarang memang masih sulit, karena daya beli masyarakat juga masih rendah, sementara biaya pengadaan infrastruktur masih sangat mahal. Diperkirakannya, masih perlu 2-3 tahun lagi baru mungkin bisa mendapatkan infratruktur yang sedikit™ lebih bagus dari sekarang. Saya gak bilang 2-3 tahun lagi kondisinya sudah sangat bagus, tapi paling tidak in a better position, pungkasnya dengan nada sedikit pesimis.

Mahalnya menggelar layanan data yang dirasakan operator, disebutkan Dian, karena saat ini di Indonesia trafik internetnya 80% masih ke situs-situs di luar negeri. Nah, kalau lari ke situs luar negeri, berarti kita harus menyediakan pipa ke luar negeri, karena kebanyakan trafiknya ke Amerika dan Eropa. Ini dampaknya sangat mahal, ungkap wanita yang juga saat ini menjabat sebagai Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) itu.

Dian berharap, penetrasi internet dalam arti yang sesungguhnya bisa benar-benar terwujud. Karena sekarang, di saat kita bilang bahwa sekian juta masyarakat Indonesia sudah bisa mendapatkan akses internet, tapi kondisi sebenarnya masih sangat sedikit yang bisa akses internet. Nah untuk bisa meningkatkan itu, semua pihak harus mau bekerjasama.

Untuk mewujudkannya memang tidak mudah, jelas Dian, karena sekarang level kompetisinya sudah sangat tinggi, sampai-sampai para operator masih sulit untuk mengatakan mau saling bekerjasama untuk memberikan layanan internet yang bagus dan murah.

Saya berharap bisa menggapai semua pihak. Kalau kita memang mau tujuannya sama, yakni memberikan layanan internet yang murah dan bagus, kita gak bisa kerja sendirian. Tapi hal ini jujur masih sangat sulit dilakukan, karena barangkali pemahaman diantara para operator belum sama, tutur Dian dengan nada sedikit pesimis.

Maksud pemahaman di sini adalah, lanjutnya lagi, yang harus dilakukan saat ini jangan hanya competition tapi juga harusnya cooptation. Jadi harusnya pada saat kita  berkompetisi, kita juga harus mau bekerjasama, tandasnya dengan raut wajah serius.

Di Singapura saja yang negara sekecil itu, jaringan fiber-nya dibuatkan oleh pemerintah mereka. Nah masalahnya di Indonesia kan tidak seperti Singapura yang banyak duitnya, jadi harusnya kita para operator ini yang bekerjasama untuk membangun infrastruktur itu, ucap Dian berharap. [hbs]{jcomments on}

 

 

 

Previous articleFujitsu LifeBook AH572, Notebook Berteknologi3D
Next articleAwal Juni, Apple luncurkan iPhone 5

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here