Operator Bisa Dituntut Langgar UU ITE dan Perlindungan Konsumen

Jakarta – Walaupun pihak operator kelihatannya sudah mencoba™ meyakinkan pihak regulator dengan mengklaim telah melakukan pembenahan dan memberlakukan aturan yang ketat pada pihak content provider (CP), namun pada kenyataanya masih banyak praktek penipuan dan pencurian pulsa yang dilakukan CP nakal.

Seperti misalnya yang dialami salah seorang pelanggan yang bernama Mochamad Feri Kuntoro. Ia merupakan salah satu korban dari sekian banyak masyarakat yang telah menjadi korban praktek penipuan berkedok SMS langganan berhadiah.

Feri mengatakan telah melaporkan pihak CP dan operator seluler yang mengirimkan layanan SMS berisi undian berhadiah maupun promosi yang menarik dengan biaya sebesar Rp2.000 kepada pihak Polda Metro Jaya.

Dijelaskannya, dari penarikan pulsa setiap harinya itu, ia mengalami kerugian akibat pemotongan biaya pulsa sebesar Rp150 ribu per bulan sejak bulan Maret hingga Oktober 2011.

Ia telah mendatangi Grapari Telkomsel, untuk meminta pihak operator itu menghentikan konten berlangganan tersebut. Tapi Feri harus gigit jari karena pihak Telkomsel menyatakan tidak bisa menghentikan pemotongan biaya pulsa tersebut, dengan dalih pihak CP yang bisa menghentikan layanan konten tersebut.

Dengan pengaduan yang dilayangkan Feri ke pihak Polda Metro Jaya, maka Telkomsel terancam telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektonik (ITE) dan UU tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman sanksi pidana.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto saat dihubungi Telsetnews di Jakarta, Rabu (12/10) mengatakan, langkah hukum yang diambil Feri telah benar, karena memang dalam UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen menjamin hal tersebut.

Pelanggan yang merasa dirugikan dan dapat membuktikan telah dirugikan pihak operator, bisa menggunakan UU ITE dan Perlindungan Konsumen, jelas Gatot.

Untuk itu, ia berharap pihak operator tidak main-main dalam menanggapi kasus-kasus penipuan lewat SMS yang menggunakan layanan mereka. Hukumannya cukup berat, jadi saya harap mereka serius melakukan pembenahan, tandasnya. [hbs]{jcomments on}

Previous articleIMOCA Klaim Anggotanya Sudah Banyak yang Sadar?
Next articleHindari Pemblokiran di Eropa, Samsung Upgrade Ponselnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here