📑 Daftar Isi

Ilustrasi iPhone dengan hasil pencarian ChatGPT dari Siri

OpenAI Ancam Gugat Apple Gara-gara Integrasi Siri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI bersiap menggugat Apple terkait integrasi ChatGPT dengan Siri sejak iOS 18 pada 2024
  • Ekspektasi pendapatan miliaran dolar per tahun dari langganan tidak tercapai
  • Integrasi ChatGPT dianggap terbatas dan fitur sulit ditemukan pengguna
  • Pengguna harus secara spesifik meminta Siri untuk menggunakan ChatGPT
  • OpenAI kecewa dengan minimnya promosi dari pihak Apple
  • Eksekutif OpenAI menyebut kerja sama ini sebagai kegagalan yang merusak brand
  • Apple akan umumkan strategi AI untuk iOS 27 dengan fitur Extensions
  • Apple juga telah menjalin kemitraan dengan Google untuk model Gemini

Telset.id – Hubungan antara OpenAI dan Apple dikabarkan berada di ujung tanduk. Perusahaan pengembang ChatGPT tersebut disebut tengah menyiapkan langkah hukum terhadap raksasa teknologi asal Cupertino. Langkah ini dipicu oleh ketidakpuasan OpenAI terhadap hasil kerja sama integrasi ChatGPT dengan asisten virtual Siri.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip pada 14 Mei 2026, tim kuasa hukum OpenAI telah bekerja sama dengan firma hukum eksternal untuk menjajaki kemungkinan tuntutan hukum. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengirimkan pemberitahuan kepada Apple yang menuduh adanya pelanggaran kontrak. Meski demikian, keputusan final belum diambil dan OpenAI dikabarkan masih berharap dapat menyelesaikan sengketa ini di luar pengadilan.

Integrasi ChatGPT ke dalam Siri telah berlangsung sejak peluncuran iOS 18 pada tahun 2024. Dalam kesepakatan tersebut, ChatGPT menjadi satu-satunya alat kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan Siri. Namun, hasil dari kemitraan ini dinilai jauh dari ekspektasi OpenAI.

Ekspektasi Pendapatan Tak Terealisasi

Sumber internal mengungkapkan bahwa masalah utama OpenAI adalah ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan dari kerja sama ini. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu sebelumnya mempercayai bahwa kemitraan yang diteken pada 2024 akan menghasilkan miliaran dolar per tahun dari langganan baru. Realitanya, pendapatan yang diraih bahkan tidak mendekati angka tersebut.

Selain masalah pendapatan, OpenAI juga kecewa dengan tingkat integrasi ChatGPT ke dalam perangkat lunak Apple. Posisi fitur ChatGPT dianggap kurang menonjol dalam antarmuka Siri, dan beberapa fiturnya sulit ditemukan oleh pengguna.

Seorang eksekutif OpenAI yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Kami telah melakukan segalanya dari sisi produk. Mereka tidak, dan lebih buruknya, mereka bahkan tidak melakukan upaya yang jujur.” Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan mendalam pihak OpenAI terhadap komitmen Apple.

iPhone dengan hasil permintaan ChatGPT dari Siri

Salah satu poin krusial yang menjadi sumber ketidakpuasan adalah mekanisme penggunaan ChatGPT di iOS. Pengguna harus secara spesifik meminta Siri untuk menggunakan ChatGPT. Ketika permintaan tersebut dilakukan, jawaban yang diberikan justru lebih terbatas dibandingkan jika pengguna mengakses aplikasi ChatGPT secara mandiri.

Temuan studi internal OpenAI memperkuat kekesalan ini. Riset mereka menunjukkan bahwa pengguna lebih cenderung berlangganan layanan ChatGPT melalui aplikasi mandiri, bukan melalui versi bawaan Apple yang terintegrasi di Siri.

Promosi Minimal dan Dampak pada Brand

Daftar keluhan OpenAI terhadap Apple tidak berhenti di situ. Kurangnya promosi dari pihak Apple terhadap fitur integrasi ChatGPT juga menjadi sorotan tajam. Eksekutif anonim OpenAI menggambarkan kerja sama ini sebagai “lompatan keyakinan” yang berubah menjadi kegagalan dan merusak citra merek perusahaan di mata pelanggan.

Laporan ini muncul di saat yang krusial bagi Apple. Perusahaan tersebut dikabarkan akan segera mengumumkan strategi AI terbaru untuk iOS 27. Strategi ini kemungkinan akan mencakup fitur baru bernama Extensions yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai chatbot berbeda.

Selain itu, Apple juga telah mengumumkan kemitraan dengan Google untuk menggunakan model Gemini pada Siri dan Apple Intelligence. Langkah ini bisa menjadi batu sandungan lain bagi OpenAI yang mungkin akan kehilangan posisi eksklusifnya di ekosistem Apple.

Sejumlah pengamat menilai ancaman hukum ini terdengar tidak biasa. Salah satu komentar menyebutkan bahwa kecuali ada kesepakatan moneter yang jelas, keluhan OpenAI terdengar seperti ketidakpuasan karena Apple tidak cukup memberikan perhatian pada ChatGPT. Situasi ini dinilai lebih cocok untuk drama sekolah menengah daripada sengketa antara dua perusahaan terbesar di dunia.

Konflik ini menambah daftar panjang tekanan hukum yang dihadapi Apple terkait pengembangan AI. Sebelumnya, perusahaan juga menghadapi gugatan dari penulis terkait penggunaan buku bajakan untuk melatih model AI mereka.

Di sisi lain, OpenAI sendiri tengah aktif mengembangkan berbagai proyek ambisius lainnya, termasuk garapan film animasi AI yang bertujuan menghemat biaya dan waktu produksi.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Apple mengenai ancaman hukum ini. Jika kasus ini benar-benar dibawa ke pengadilan, publik kemungkinan akan mendengar lebih banyak detail menarik tentang isi kontrak dan hubungan kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut.

Perkembangan ini juga terjadi di tengah dinamika industri AI yang semakin kompetitif. Kemitraan Apple dan Google yang baru diumumkan menunjukkan bahwa Cupertino tidak bergantung pada satu pemain AI saja, melainkan membuka diri untuk berbagai mitra potensial.

Komentar

Belum ada komentar.