Telset.id ā OnePlus resmi menghentikan operasinya di pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Perusahaan induk Oppo memastikan dukungan purna jual tetap berjalan, termasuk transisi perangkat ke sistem operasi ColorOS.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh OnePlus setelah beredar spekulasi dari para pengamat industri selama beberapa waktu terakhir. OnePlus tidak akan lagi meluncurkan produk baru di kedua kawasan tersebut.
āPembaruan perangkat lunak dan dukungan purna jual akan dijaminā di AS dan Eropa, demikian pernyataan James Paterson, manajer PR senior Oppo di Eropa, kepada The Verge dalam sebuah panggilan telepon. Namun, Oppo tidak memberikan rincian spesifik mengenai bagaimana perusahaan akan memenuhi jaminan garansi di AS, di mana kini mereka tidak memiliki kehadiran sama sekali.
Di Eropa, Oppo sendiri akan terus menjual ponsel dan produk lainnya. Untuk memberikan dukungan perangkat lunak kepada pemilik OnePlus, perangkat akan ditransisikan dari OxygenOS milik OnePlus ke ColorOS milik Oppo ādalam beberapa bulan ke depan,ā menurut Paterson.
Elvis Zhou, CEO Oppo Eropa, menambahkan bahwa pemilik perangkat OnePlus memiliki opsi untuk kembali ke OxygenOS jika mereka menginginkannya. Namun, keputusan itu berarti mereka harus mengorbankan pembaruan di masa depan. Zhou menyarankan pengguna untuk beralih ke ColorOS, yang ia nilai sebagai antarmuka Android terbaik di luar Google Pixel, dengan perbedaan yang sebagian besar hanya bersifat estetis.
Saat ditanya mengenai pasar mana saja yang masih akan dilayani OnePlus, Zhou berulang kali menolak berkomentar. Pekan ini, Bloomberg melaporkan bahwa pada tahun depan, OnePlus akan meninggalkan India dan semua pasar lainnya kecuali China.
Dalam pernyataan yang dikirimkan ke The Verge setelah laporan Bloomberg, perwakilan PR Oppo, Nicole Okpokiri, hanya mengonfirmasi bahwa āpeta jalan produk OnePlus di China tetap tidak berubah.ā
Selain OnePlus, sub-brand Oppo lainnya, Realme, juga akan menjalani restrukturisasi. Realme āakan fokus pada pasar luar negeri dan tidak lagi meluncurkan produk baru di China.ā
Ketika ditanya mengenai pemutusan hubungan kerja terkait kontraksi OnePlus, Zhou hanya menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan āsesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.ā Beberapa karyawan diberikan pilihan untuk pindah ke posisi di dalam Oppo, namun Zhou tidak bersedia mengomentari berapa banyak karyawan yang menerima tawaran tersebut atau yang memilih keluar.
OnePlus masih bersiap untuk merilis flagship terbarunya, OnePlus 16, meskipun saat ini belum jelas apakah perangkat tersebut akan diluncurkan di luar China. Sementara itu, Oppo akan melanjutkan lini flagship-nya sendiri, seri Find X10, dengan rumor bahwa mereka juga sedang mengerjakan ponsel lipat lebar untuk menyaingi format yang diadopsi Samsung dan Apple tahun ini.
Keputusan hengkangnya OnePlus dari pasar global tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi penggemar setianya. Banyak pengguna yang telah menginvestasikan waktu dan uang untuk ekosistem OnePlus kini harus bersiap menghadapi perubahan besar, terutama dalam hal antarmuka perangkat lunak.
Transisi ke ColorOS mungkin menjadi langkah yang tidak terhindarkan. Meskipun Oppo menjanjikan kelancaran, pengalaman pengguna tentu akan berbeda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai dampak keputusan ini, Anda dapat menyimak kabar hengkang OnePlus secara lebih mendalam.
Baca Juga:
Kepergian OnePlus dari pasar global juga memicu spekulasi tentang nasib merek-merek lain. Beberapa analis memperkirakan adanya konsolidasi industri yang lebih luas. Bagi pengguna yang penasaran dengan tren ini, artikel tentang merek HP lain yang berpotensi menghilang bisa menjadi bacaan menarik.
Di sisi lain, perubahan kebijakan garansi juga menjadi sorotan. Sebelumnya, beredar laporan bahwa OnePlus mengganti garansi dengan voucher yang dianggap tidak berguna di Eropa. Hal ini tentu menambah kekhawatiran pengguna setia. Simak selengkapnya dalam artikel tentang garansi OnePlus yang kontroversial tersebut.
Keputusan ini menandai akhir dari era ekspansi global OnePlus yang agresif. Merek yang dulunya dijuluki āflagship killerā kini harus fokus pada pasar domestiknya, China, di tengah persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, Oppo akan menjadi tulang punggung utama grup di pasar global, khususnya di Eropa.
Bagi pengguna OnePlus di Indonesia, situasi ini mungkin belum berdampak langsung, namun perlu diwaspadai. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam laporan, tren penarikan diri dari pasar global bisa menjadi sinyal bagi masa depan merek ini di kawasan Asia Tenggara.
OnePlus sendiri masih memiliki beberapa produk yang beredar di pasar, termasuk seri terbaru seperti OnePlus N6 yang baru saja dirilis. Namun, masa depan lini produk ini di luar China masih menjadi tanda tanya besar.
Para penggemar setia OnePlus kini berada dalam masa transisi yang penuh ketidakpastian. Dengan janji dukungan dari Oppo, setidaknya perangkat yang sudah ada masih akan mendapatkan pembaruan, meskipun dengan antarmuka yang berbeda. Keputusan untuk tetap menggunakan OxygenOS atau beralih ke ColorOS sepenuhnya ada di tangan pengguna.
Ke depannya, industri ponsel pintar akan menyaksikan bagaimana Oppo mengelola portofolio mereknya. Dengan OnePlus yang kembali ke China, Realme yang fokus ke luar negeri, dan Oppo yang menjadi garda terdepan, strategi ini akan menentukan peta persaingan di tahun-tahun mendatang.





Komentar
Belum ada komentar.