telset

Omset Bisnis VAS XL Turun 90%

Jakarta – Merebaknya kasus pencurian pulsa akhir-akhir ini telah menghantam bisnis operator telekomunikasi XL Axiata, terutama untuk layanan Value Added Services (VAS) yang terjun bebas hingga 90 persen.

VAS selama ini berkontribusi sebesar 6-8 persen bagi total omset perusahaan. Moratorium yang dijalankan mulai Oktober lalu telah menurunkan omset 80-90 persen, ujar Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi di Jakarta, Jumat (4/11) lalu.

Menurutnya, tak mudah untuk mengembalikan pelanggan yang hilang ke kondisi semula dengan cepat. Butuh waktu lebih dari setahun untuk mengembalikan 30-40 persen pelanggan Vas yang hilang, jelasnya.

Untuk mensiasati kondisi tersebut, Hasnul akan menggenjot layanan data sebagai andalan hingga akhir tahun ini. Ia optimistis mampu meraih sekitar 44-45 juta pelanggan dengan mengandalkan kartu perdana Ampuh dan paket internet 49 ribu rupiah.

Kami akan terus menggenjot layanan data dengan akan menambah sekitar 7-8 ribu Node B (BTS 3G) di tahun depan. Belanja modal untuk tahun depan diperkirakan sama dengan tahun ini. Tahun ini kita siapkan belanja modal Rp6 triliun, dimana 50% dialokasikan untuk membangun 3G, paparnya.

Lebih jauh Hasnul menjelaskan, salah satu kendala dalam menggeber layanan data adalah terkait keterbatasan frekuensi yang dimiliki XL saat ini, terutama di spektrum 1.800 MHz yang hanya memiliki lebar pita 7,5 MHz untuk melayani sekitar 43,4 juta pelanggan.

Sementara trafik data sudah mencapai 6,5 Petabyte, dimana pengguna layanan data  mencapai 24,1 juta. Pengguna banyak mengakses melalui ponsel 2G, sementara dengan ponsel 3G hanya 13 persen dari total pengguna data karena harganya masih di atas satu juta rupiah, tuturnya. Untuk mengakses 3G sudah bisa diatasi, karena kami menerapkan point to multi point yang memungkinkan pooling akses lebih dinamis, tambahnya.

Dijelaskannya, guna mengatasi kendala keterbatasan frekuensi di 2G tersebut, perseroan telah mengajukan tambahan alokasi di 1.800 MHz dua bulan lalu ke Kemenkominfo. Idealnya kami mendapatkan lebar pita 12,5-15 MHz di spektrum 2G, tandas Hasnul.

Sebelumnya, Kemenkominfo sempat menggulirkan ide penataan ulang (refarming) frekuensi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam terbatas tersebut. Di spektrum 1.800 MHz sendiri Telkomsel memiliki lebar pita 22,5 MHz dengan 105 juta pelanggan, Indosat 20 Mhz dengan 51,5 juta pelanggan, Tri 10 MHz dengan 16 juta pelanggan, dan Axis 15 Mhz dengan 15 juta pelanggan.[hbs]{jcomments on}

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0