Home NEWS INTERNET Nvidia Ogah Ikut Bisnis Penambangan Kripto

Nvidia Ogah Ikut Bisnis Penambangan Kripto

Telset.id, Jakarta – Penambangan uang kripto alias cryptocurrency sedang menjadi tren di seluruh dunia. Momentum ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi produsen software komputer karena sangat membutuhkan server besar dan komputer berkekuatan tinggi.

Namun hal itu ternyata tidak membuat Nvidia tergoda, dimana mereka menegaskan bahwa tidak fokus pada segmen itu (menambang kripto). Pernyataan mengejutkan Nvidia ini disampaikan di Konferensi Teknologi GPU (GTC) tahunan.

Sebenarnya perusahaan ini diuntungkan dengan tren kripto, yang dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan permintaan GPU Nvidia.

Meskipun ini baik untuk bisnis intinya, tapi juga berdampak membuat Nvidia sulit menjaga stok kartu grafisnya untuk para gamer dan pengguna lainnya.

Mengetahui jika penambangan kripto hanya mewakili sebagian kecil dari bisnis GPU, CEO Nvidia Jensen Huang lalu mulai menjauh dari pasar Bitcoin.

“Kami sama sekali tidak terlibat dalam Bitcoin. Saati ini [penambangan] Bitcoin sebagian besar dilakukan oleh ASIC. ”ujar Haung seperti diwartakan digitaltrends.com, Sabtu (31/3/2018).

Tidak seperti GPU, yang dapat menangani berbagai daya komputasi tingkat tinggi dari pembelajaran yang mendalam hingga kecerdasan buatan, ASIC adalah rangkaian terpadu khusus aplikasi yang dirancang untuk satu tugas.

Baca juga: NVIDIA akan Bangun Kota Pintar Metropolis di Tiongkok

Penambangan kripto diperkirakan menyumbang setidaknya enam persen dari penjualan GPU tahun lalu dan jumlah itu siap untuk tumbuh tahun ini. Peran penting Nvidia dalam pasar kripto adalah Ethereum, jenis kripto yang bersaing.

“Apa yang menggunakan GPU kami adalah Ethereum,” kata Huang. Ethereum‘ ether’dirancang sebagai algoritme untuk memastikan bahwa tidak ada entitas tunggal atau beberapa entitas yang memiliki kekuatan untuk mengontrol eter.

Ini dirancang sehingga algoritma membutuhkan jenis kemampuan komputasi, jenis kemampuan pemrosesan, yang dimungkinkan oleh penggunaan GPU dalam sistem terdistribusi.

Huang tidak peduli dengan penyebutan kripto pada sambutan perusahaan awal pekan ini, meskipun banyak gamer yang menganggap penambangan itu sebagai penyebab meningkatnya harga GPU.

“Alasan mengapa GPU begitu populer dengan Ethereum adalah karena GPU adalah superkomputer terdistribusi tunggal terbesar di dunia,” katanya.

“Ini adalah satu-satunya superkomputer yang secara harfiah ada di tangan semua orang. Dan sebagai hasilnya, tidak ada entitas tunggal yang dapat mengendalikan mata uang. ” imbuh dia.

Menjelang dimulainya GTC awal pekan ini, analis pasar Susquehanna mengangkat beberapa kekhawatiran bahwa Nvidia dan AMD mungkin menghadapi peningkatan persaingan di pasar pertambangan kripto karena Bitmain akan segera merilis ASIC yang mampu menambang Ethereum.

Namun, Huang tampak tidak berubah. Sambil mempromosikan manfaat GPU untuk pasar kripto, ia tetap menyatakan bahwa penambangan mata uang digital bukan bisnis Nvidia.

Sebagai gantinya, fokus utama GTC adalah untuk memanfaatkan kekuatan GPU dalam sistem seperti DGX-2, Tesla, Drive, dan GV100s yang baru diluncurkan untuk membuat kemajuan dalam game, workstation, kecerdasan buatan, perawatan kesehatan dan komputasi awan.

“Terus terang, saya lebih suka GPU kami tersedia untuk digunakan di area itu. Alasannya adalah bahwa ada begitu banyak kekurangan GPU saat ini. Sulit bagi kami untuk menyimpannya,” kata Huang, mengacu pada AI dan game. “ tandasnya. [WS/HBS]

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version