telset

Notebook Gaming Xenom Mampu Digeber 24 Jam Nonstop

Notebook Xenom
Notebook Xenom

Jakarta – Laptop cooling system atau system pendingin menjadi elemen penting dalam sebuah notebook untuk menjaga temperatur tetap stabil. Terlebih untuk notebook gaming yang kerap menjalankan aplikasi game hingga berjam-jam atau bahkan sampai seharian.

Kebanyakan notebook mengalami kerusakan atau kepanasan (overheating) setelah penggunanya memainkan game selama berjam-jam. Itu hal yang normal terjadi. Penyebabnya, temperatur mesin notebook yang terlalu panas langsung menyerang kinerja GPU atau kartu grafis.

Dampaknya, di sisi pengguna, kualitas visual pada notebook akan menurun seiring frame per second (fps)-nya turun. Agar kembali normal, notebook yang bekerja keras itu harus diistirahatkan sampai temperaturnya turun atau dingin.

Namun Xenom, pemegang brand notebook gaming lokal pertama di Indonesia, mengklaim bahwa seluruh tipe notebook buatannya, yakni Pegasus, Siren, Shiva, Phoenix, dan Hercules, bisa mendukung aktivitas gaming hingga 24 jam penuh.

Rata-rata pengguna menghabiskan waktu enam hingga delapan jam sehari untuk bermain game. Beberapa gamers malah rela bermain seharian hingga 12 jam kalau akhir pekan. Tidak semua notebook mampu meladeni itu. Kadang-kadang laptop menjadi panas, dan lama kelamaan mesin, prosesor, dan GPU jadi rusak.

“Tapi, notebook Xenom berbeda. Notebook kami mampu meladeni aktivitas gaming sampai 24 jam penuh, main game non-stop. Kami ingin gamers bisa bermain game lebih convenient,” kata Rolly Edward, General Manager Xenom Indonesia di acara ‘Sharing Session’ di JCC Jakarta, Jumat (1/11).

Lantas apa yang membuat notebook Xenom begitu kuat dan tahan lama? Menurut Rolly, arsitektur system pendingin yang cerdas dan efisien bisa membuat kinerja notebook lebih maksimal.

Seluruh tipe notebook Xenom, kata Rolly, memakai arsitektur system pendingin, di mana heat pipe (pipa penyalur panas) dari prosesor dan GPU dibuat terpisah. Sistem pendinginan terpisah ini memastikan kedua komponen utama terjaga temperaturnya, tetap rendah dan tidak ‘saling mengganggu’.

Berbeda dengan notebook biasa, heat pipe dibuat hanya satu jalur ke heat sink, sehingga panas dari prosesor akan melalui GPU baru kemudian heat sink. Akibatnya, ketika notebook menjalankan game dalam waktu yang lama, panas GPU dapat mempengaruhi CPU atau sebaliknya.

Saat suhu meningkat tinggi, lanjut Rolly, umumnya notebook akan menurunkan performa CPU atau GPU agar sistem tetap normal. Namun, hal ini mengakibatkan kenyamanan gaming terganggu karena game membutuhkan performa optimal dari sistem.

“Inilah bedanya notebook gaming dan notebook biasa. Notebook Xenom selalu menjaga performa karena jalur pendinginnya dibuat terpisah, satu untuk prosesor, satu untuk graphic card. Kalau begini, kinerja notebook bias setara dengan desktop PC,” jelas Rolly.

“Dengan arsitektur sistem pendingin ini, notebook Xenom menjaga agar temperatur tidak mencapai batas maksimum. Kinerja notebook dan prosesor bisa terjaga dan tahan lama. Makanya, notebook ini secara genetik memang dilahirkan sebagai notebook gaming,” tutup Rolly.

Di awal kemunculannya, 12 September 2013 lalu, Xenom langsung menggebrak dengan lima tipe notebook berdasarkan segmen pengguna bedasarkan karakter. Pegasus, Siren, Shiva, Phoenix, dan Hercules. Tiap-tiap karakter menawarkan dimensi dan performa yang berbeda sesuai kelebihan dari masing-masing karakter.

Tiap-tiap notebook Xenom berbekal prosesor Intel Core generasi keempat, dan kartu grafis generasi ketujuh yang paling anyar dari Nvidia dengan pilihan layar mulai 13 inci sampai 17 inci.[HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0