Waduh! Nomor Telepon WhatsApp Bisa Ditemukan di Google

Data WhatsApp Facebook
WhatsApp berbagi data pengguna dengan Facebook (Foto : Istimewa)

Telset.id, Jakarta  – Belum usai polemik yang satu, WhatsApp kembali disebut memiliki masalah privasi lain. Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset, Jumat (22/1/2021), aplikasi ini juga telah membuat nomor telepon WhatsApp pengguna bisa dicari di Google.

Menurut serangkaian cuitan peneliti keamanan Rajshekhar Rajaharia di akun Twitter, terungkap bahwa nomor telepon para pengguna terkait dengan WhatsApp versi web sedang diindeks oleh Google.

Kasus seperti itu sebenarnya bukan kali pertama terjadi di WhatsApp. Bahkan, Rajaharia menyebut, kasus serupa sudah terjadi untuk kali ketiga. Belum jelas., siapa yang bisa disalahkan atas kasus ini.

{Baca juga: Memahami Cara Kerja Enkripsi Telegram yang Jamin Privasi Pengguna}

Seperti yang ditunjukkan oleh peneliti keamanan siber, WhatsApp sebenarnya menyertakan file teks bernama “Robots.txt. File teks itu seharusnya akan menghentikan Google untuk mengindeks situs web.

Akan tetapi, untuk alasan apa pun, file teks tampaknya tidak berfungsi. Apakah semua kesalahan WhatsApp karena tidak memastikan hal tersebut terjadi? Ataukah Google yang salah karena abai aturan?

Siapapun yang salah, kasus ini cukup mengkhawatirkan. Siapapun akan tidak senang jika nomor telepon dan data pribadinya tersedia di Google. Mudah-mudahan masalah tersebut bisa segera teratasi.

WhatsApp Resmi Tunda Kebijakan Privasi Baru

Ilustrasi WhatsApp (Foto : Istimewa)

Setelah sempat menuai kritik dari para penggunanya, WhatsApp pun akhirnya resmi menunda kebijakan privasi baru yang sejatinya segera diberlakukan. Kritik berdatangan karena pengguna merasa khawatir datanya akan tersebar.

Dilansir Telset dari Blog WhatsApp, WhatsApp menyebut, banjir kritik terjadi karena banyak pengguna yang tidak memahami kebijakan privasi data.

{Baca juga: Kominfo Minta WhatsApp Klarifikasi Kebijakan Privasi ke Publik}

“Kami telah menerima umpan balik dan pertanyaan dari banyak pengguna bahwa pembaruan kami kurang jelas bagi mereka. Terdapat banyak misinformasi beredar yang menyebabkan kekhawatiran,” tulis WhatsApp.

“Oleh karena itu, kami ingin membantu semua orang memahami prinsip kami dan fakta yang ada,” sambungnya. [SN/IF]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here