Telset.id – Nikon D500 dan Nikon D850, dua kamera DSLR lawas, menjadi kamera paling banyak digunakan dalam jajaran pemenang Wildlife Photographer of the Year (WPOTY) ke-62. Dari enam belas foto yang dirilis sebagai pratinjau, kedua kamera ini masing-masing berhasil memproduksi dua gambar, atau total seperempat dari seluruh daftar.
Kompetisi yang dikembangkan dan diproduksi oleh Natural History Museum, London ini memang selalu dinantikan para penggemar fotografi alam liar. Yang menarik dari pratinjau kali ini adalah fakta bahwa kamera DSLR yang sudah berusia sepuluh tahun ternyata masih menjadi andalan para fotografer profesional.
Selain Nikon D500 dan D850, daftar kamera yang digunakan sangat bervariasi. Ada kamera mirrorless pro dan prosumer, kamera DSLR, drone DJI Mavic, hingga kamera compact Leica Q3 43. Namun, dominasi dua DSLR Nikon inilah yang menjadi sorotan utama.
Foto-Foto Pemenang dengan Kamera DSLR
Salah satu gambar yang sangat dipuji berjudul ‘Eye of the Storm’ karya Dewald Tromp dari Afrika Selatan berhasil mengabadikan momen seekor bunglon yang berjuang melewati badai pasir di Nigeria. Foto ini diambil menggunakan Nikon D850.

Fotografer asal Amerika Serikat, Ralph Pace, juga menggunakan Nikon D850 untuk mengabadikan gambar kelinci laut yang meluncur di antara rumput belut di Monterey Bay. Sementara itu, Jack Crawford dari Inggris mendapat penghargaan highly commended di kategori usia 15-17 tahun untuk momen burung walet yang terbang di bawah badan pesawat 747, diambil dengan Nikon D500.

Fotografer asal Kanada, Shane Gross, memasang Nikon D500 miliknya ke dalam housing bawah air Aquatica AD500 untuk menangkap gambar sekolah ikan trevally di lepas pantai Seychelles. Hasilnya adalah foto setengah di atas dan setengah di bawah permukaan air yang memukau.

Baca Juga:
Nikon D850: Legenda Full-Frame
Nikon D850 yang dirilis pada 2017 adalah kamera full-frame dengan resolusi 45.7MP. Sistem autofokus 153 titiknya mungkin tidak secanggih kamera mirrorless flagship yang hadir setelahnya, namun tetap sangat tangguh dan akurat untuk subjek bergerak.

Handling yang presisi dan viewfinder optik yang besar membuat D850 sangat menyenangkan digunakan. Tidak heran jika Nikon kemudian memberi julukan “D850 baru” pada kamera mirrorless Z8 yang dirilis sebagai penerusnya.
Nikon D500: Speedster APS-C
Nikon D500 dirilis setahun lebih awal, tepatnya pada 2016, dan baru saja merayakan ulang tahun kesepuluhnya. Kamera APS-C ini dikenal sebagai speedster berkat kecepatan burst 10fps yang mampu memotret hingga 200 file RAW, serta sistem autofokus yang sangat baik.

Selama bertahun-tahun, D500 menjadi pilihan favorit para fotografer satwa liar yang tidak memiliki budget untuk membeli D850. Hasil WPOTY tahun ini membuktikan bahwa kamera ini masih memiliki banyak penggemar setia.
Seluruh 100 gambar pemenang akan dipamerkan di Museum setelah pengumuman pemenang lengkap pada 16 Oktober. Bagi yang ingin melihat langsung pameran ini, tiket sudah tersedia untuk dibeli.
Dominasi DSLR di kompetisi bergengsi ini menegaskan bahwa kamera DSLR belum mati. Meskipun teknologi mirrorless terus berkembang, kemampuan dan keandalan DSLR seperti Nikon D500 dan D850 masih terbukti di tangan para profesional.
Fenomena ini menarik untuk dicermati di tengah maraknya perkembangan teknologi AI dalam fotografi. Keaslian dan keterampilan teknis tetap menjadi nilai utama dalam kompetisi seperti WPOTY, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh kecanggihan teknologi semata.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.