Telset.id – Gubernur Texas Greg Abbott resmi memberlakukan moratorium untuk seluruh persetujuan pembangunan data center baru pada Senin lalu. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran kapasitas jaringan listrik negara bagian yang dinilai tidak mampu mendukung lonjakan kebutuhan daya dari fasilitas AI yang tengah dibangun secara masif.
Kebijakan ini dirancang untuk memberi waktu bagi regulator melakukan audit menyeluruh mengenai cara menghubungkan data center baru ke jaringan listrik Texas tanpa menyebabkan gangguan. Dalam pernyataannya, Abbott menegaskan bahwa prioritas utama adalah melindungi keselamatan dan kualitas hidup warga Texas.
Skala pembangunan yang diusulkan memang sangat besar. Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) mencatat adanya antrean lebih dari 1.800 proyek yang membutuhkan daya listrik hingga 474 gigawatt. Jumlah tersebut setara lebih dari lima kali lipat rekor permintaan puncak jaringan listrik Texas selama ini.
Kebijakan moratorium ini menyoroti hambatan besar dalam upaya Texas menjadi pusat pengembangan AI. Ambisi tersebut kini berbenturan dengan realitas infrastruktur. Bahkan sebelum era AI, jaringan listrik Texas sudah kesulitan menjaga pasokan saat musim dingin ekstrem. Operasi penambangan kripto skala besar juga sempat berisiko membebani jaringan hingga titik kritis.
Baca Juga:
Kondisi ini berbeda dengan sikap sejumlah negara bagian lain yang justru menolak gelombang pembangunan tersebut. New York, misalnya, memberlakukan larangan tingkat negara bagian pertama di Amerika Serikat pada bulan lalu.
Salah satu masalah mendasar adalah kurangnya transparansi. Publik dan pejabat negara bagian tidak mengetahui secara pasti siapa saja pihak yang mengajukan izin pembangunan data center di Texas, serta berapa banyak yang sedang dalam proses persetujuan.

Berdasarkan estimasi The Texas Tribune, saat ini terdapat setidaknya 335 data center yang beroperasi di Texas dan minimal 248 fasilitas lain yang direncanakan. Ratusan proyek tambahan masih berada dalam tahap pengembangan awal dan mengantre untuk mendapatkan izin sambungan ke jaringan listrik.
Banyak data center yang sudah beroperasi memilih menggunakan pembangkit listrik mandiri di lokasi, termasuk generator diesel yang menghasilkan polusi, untuk menghindari ketergantungan pada jaringan listrik utama.
Kebijakan Abbott ini juga dipicu oleh rendahnya tingkat kepatuhan perusahaan terhadap survei regulator. Abbott menyebut sejumlah perusahaan data center gagal memenuhi permintaan data penggunaan air dan listrik dari regulator. Data tersebut menjadi dasar dilakukannya audit terbaru.
Anggota Dewan Perwakilan Texas Brad Buckley mengungkapkan, hanya 28 dari 377 perusahaan yang disurvei oleh Public Utility Commission of Texas (PUCT) yang memberikan tanggapan. Buckley menyebut tingkat respons tersebut “cukup memprihatinkan” awal tahun ini.
Moratorium ini muncul di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap pembangunan data center. Kekhawatiran utama mencakup lonjakan tarif listrik, menipisnya pasokan air, polusi suara, dan peningkatan emisi. Sejumlah anggota parlemen terus mendorong aturan yang lebih ketat untuk mengendalikan dampak negatif tersebut.
Untuk saat ini, banyak pihak merasa berjalan tanpa informasi yang memadai di tengah perlombaan perusahaan membuka fasilitas baru. Kebijakan audit ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan daya dan dampak lingkungan dari proyek-proyek tersebut. Audit data center ini menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur AI di Texas tidak mengorbankan keandalan pasokan listrik bagi warga.
Keputusan Texas ini juga menjadi perhatian bagi pengamat industri yang mengikuti dinamika pembangunan pusat data di Amerika Serikat. Pabrik chip AI yang tengah dibangun di Texas menunjukkan betapa besarnya investasi yang masuk ke negara bagian ini.
Namun, benturan antara ambisi pembangunan dan keterbatasan infrastruktur menjadi pengingat bahwa pertumbuhan industri harus diimbangi dengan kesiapan jaringan listrik. Penolakan data center oleh berbagai pihak menunjukkan bahwa dampak sosial dan lingkungan menjadi pertimbangan yang semakin penting.
Moratorium ini menjadi sinyal bahwa pemerintah Texas serius mengevaluasi dampak pembangunan data center terhadap jaringan listrik. Hasil audit nantinya akan menentukan arah kebijakan pembangunan pusat data di negara bagian tersebut, termasuk kemungkinan diberlakukannya aturan yang lebih ketat bagi perusahaan yang ingin membangun fasilitas baru.
Ke depan, pemerintah Texas perlu menyeimbangkan antara menarik investasi teknologi dan memastikan infrastruktur listrik mampu mendukung pertumbuhan tersebut. Keputusan ini juga menjadi pelajaran bagi negara bagian lain yang tengah menghadapi dilema serupa dalam mengakomodasi gelombang pembangunan data center.





Komentar
Belum ada komentar.