telset

Mobile Internet akan Jadi Penyelamat Industri Telko Indonesia

Ilustrasi pengguna smartphone
Ilustrasi pengguna smartphone

Jakarta – Frost & Sullivan memprediksi mobile internet akan menjadi penyelamat industri telekomunikasi Indonesia di tahun 2013 karena akan membuka cakrawala baru di luar segmen komunikasi data.

Demam mobile internet akan berkontribusi pada pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia dan menguntungkan para pelakunya. Harga ponsel cerdas yang semakin murah dan tingginya tingkat adopsi jejaring sosial akan mendorong pertumbuhan tersebut.

Dev Yusmananda, Head of Consulting ICT Practice, Indonesia, Frost & Sullivan mengungkapkan, seiring dengan kondisi pasar yang makin kompetitif, para pelaku industri telekomunikasi Indonesia perlu bertransformasi sebagai upaya untuk mempertahankan pertumbuhan.

“Layanan data mobile yang menawarkan nilai tambah mulai menjadi sumber pertumbuhan pendapatan yang penting bagi operator-operator di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/2).

Ia menambahkan, bahwa mobile internet akan tetap menjadi pendorong tingginya penetrasi internet di Indonesia dan menciptakan sumber-sumber pendapatan potensial bagi para pelaku industri telekomunikasi dengan berpartisipasi dalam tren mobile monetization.

Empat sumber pendapatan di luar segmen komunikasi data adalah mobilisasi (tren dimana perangkat, piranti lunak dan layanan teknologi mulai mengadaptasi dan menggabungkan fitur-fitur dan kemampuan yang dimiliki ponsel cerdas), Mobile Payment, Mobile e-commerce, dan Mobile Advertising.

Seiring dengan meningkatnya pengunaan mobile internet, Frost & Sullivan memprediksi perangkat-perangkat nirkabel akan tumbuh secara signifikan. Dev menjelaskan bahwa pada 2013 wireless dongle diperkirakan tumbuh 47.5% CAGR, sementara ponsel cerdas tumbuh sekitar 16.1% CAGR dan tablet mencapai 11.6% CAGR.

Sementara itu, Nitin Bhat, Partner, Frost & Sullivan mengungkapkan bahwa secara global, pengapalan ponsel cerdas tumbuh pesat dan diproyeksikan mencapai 1 miliar pada 2016.

“Asia Pasifik diperkirakan akan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat dalam hal pengapalan ponsel cerdas, mencapai 37.6% di periode waktu yang sama,” ucap Bhat.

Menurutnya, di tahun 2015, Asia Pasifik akan menjadi wilayah terbesar untuk Mobile Payment dengan Jepang dan Korea Selatan sebagai pemimpin. Namun, layanan mobile payment di Jepang sebagian besar didorong oleh operator dimana keterlibatan institusi keuangan masih bersifat parsial.[hbs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0