Miliarder Adakan Kompetisi Software untuk Anak-anak Miskin, Mau Ikutan?

XPRIZE

Telset.id, Jakarta – XPRIZE, penghargaan internasional yang didanai oleh wirausahawan dan miliarder, mengadakan kompetisi untuk mengembangkan software yang mudah diunduh ke tablet dan bisa digunakan oleh anak-anak miskin di seluruh dunia untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung secara sederhana.

Pemenang kompetisi akan membawa pulang uang tunai sebesar USD 10 juta atau lebih kurang Rp 145 miliar. Uang tersebut digunakan untuk merealisasikan misi mengembangkan perangkat lunak yang bisa diakses via tablet oleh anak-anak miskin.

Pemenang kemudian harus mengunggah hasil karya ke internet sehingga siapa pun bisa memiliki akses gratis.

{Baca juga: Punya Saham Apple, Warren Buffett Pilih Pakai Ponsel Jadul Samsung}

“Ada lima finalis yang mengembangkan perangkat lunak,” kata Emily Musil Church, direktur eksekutif kompetisi XPRIZE.

Sebelum menemukan lima finalis, 200 tim dari 40 negara di seluruh dunia berlomba-lomba menjadi pemenang kompetisi yang diadakan oleh XPRIZE.

Menurut laman New York Post, seperti dikutip Telset.id, Jumat (17/05/2019), para donatur berkomitmen menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik melalui pengembangan teknologi. Karenanya, mereka mengadakan kompetisi.

{Baca juga: Ini Alasan Bill Gates, Zuckerberg, Bezos Kurangi “Jatah” Donasi}

Setelah 15 bulan para peserta mengembangkan perangkat lunak di tablet dan diuji coba oleh ribuan anak di 141 desa terpencil di Tanzania, para juri memutuskan untuk mempersempit kompetisi ke XPRIZE For Global Learning kepada lima tim.

Lima tim itu berasal dari New York City, Pittsburgh, Berkeley, London, dan Bangalore, India. “Sejak awal kami tidak yakin ada yang akan berhasil. Bahkan, para pakar sempat meragukan keberhasilannya,”  papar Emily. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Previous articleOnePlus 7 Pro jadi “Daily Driver” Utama Iron Man
Next articleChina Kritik AS Terkait Perintah Trump Embargo Huawei

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here