Giliran Microsoft Stop Jual Teknologi Pengenalan Wajah ke Polisi

Telekonferensi Microsoft

Telset.id, Jakarta – Microsoft tidak akan lagi menjual teknologi pengenalan wajah atau facial recognition ke polisi. Perusahaan akan menunggu peraturan federal sebelum menjualnya ke penegak hukum.

Keputusan Microsoft mengikuti jejak Amazon yang telah lebih dulu menghentikan bisnis pengawasan via pengenalan wajah.

Hal ini menyusul protes kebrutalan polisi terhadap George Floyd, seorang warga kulit hitam AS yang terbunuh beberapa pekan lalu.

Selain Amazon dan Microsoft, perusahaan teknologi lainnya, yakni IBM juga menyatakan tidak lagi menawarkan perangkat lunak serupa kepada kepolisian. IBM menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak boleh mempromosikan ketidakadilan rasial.

{Baca juga: Facebook dkk Blokir Video Donald Trump Soal George Floyd}

Dalam sebuah pernyataan, dikutip Telset.id dari New York Post, Jumat (13/6/2020), Microsoft mengaku telah lama bekerja dengan menerapkan prinsip dan undang-undang untuk penggunaan perangkat lunak.

“Kami tidak menjual teknologi pengenalan wajah ke departemen kepolisian AS sampai ada hukum nasional yang kuat yang didasarkan kepada hak asasi manusia,” kata Microsoft dalam sebuah pernyataan.

Microsoft telah memperbarui prosedur peninjauan untuk semua pelanggan yang ingin meluncurkan teknologi pengenalan wajah secara luas. Semua akan bergantung kepada regulasi yang ditetapkan otoritas.

Kematian Floyd pada 25 Mei 2020 sendiri telah memicu protes di seluruh dunia terhadap ketidakadilan rasial. Kekhawatiran meningkat, apakah pengenalan wajah dapat digunakan kepada pengunjuk rasa secara tidak adil.

{Baca juga: Aplikasi Anti Lacak Makin Diburu Selama Protes George Floyd}

Tak hanya itu, kematian Floyd juga memicu peningkatan pemakaian aplikasi anti lacakseperti Signal. Para pemrotes menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk berkomunikasi satu sama lain secara aman.

Signal sendiri merupakan aplikasi pesan terenkripsi nan aman, lantaran menawarkan enkripsi end-to-end.

Senada dengan Signal, aplikasi pemindai polisi dan aplikasi keamanan masyarakat seperti Citizen juga marak digunakan. Unduhan aplikasi tersebut melonjak drastis karena pengunjuk rasa dan pengamat sama-sama melakukan pelacakan. [SN/IF]

SOURCENew York Post
Previous articlePeneliti Temukan Planet Berdebu Ekstrem, Bisa Jadi “Rumah” Alien!
Next articleSiap-siap! Oppo A92 Toy Story Edition Bisa Dipesan Mulai Besok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here