JAKARTA – BlackBerry belum habis. Meski belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan, namun vendor asal Kanada itu telah membuktikan telah berhasil mengakhiri masa paceklik dengan mencetak keuntungan di kuartal keempat di tahun fiskal 2014. Keberhasilan ini membangkitkan gairah sejumlah perusahaan untuk mengakuisisi BlackBerry.
Bukan baru pertama BlackBerry dirumorkan akan diakuisisi perusahaan lain. Sebelumnya sejumlah perusahaan dikabarkan telah berminat mencaplok perusahaan yang dinakhodai John Chen itu.
Sebut saja beberapa rumor yang pernah beredar menyebutkan akuisisi Blackberry oleh Lenovo masih berkembang pada akhir 2014 lalu. Kemudian pada awal tahun 2015 berkembang rumor yang mengatakan Samsung tertarik membeli BlackBerry. Dan jauh sebelumnya bahkan raksasa jejaring social Facebook ikut antri membeli BlackBerry. Tapi semua rumor itu tidak terbukti
Namun pasca kesuksesan BlackBerry bisa kembali mencetak keuntungan di kuartal keempat 2014 lalu, berkat keberhasilan mereka melakukan restukturisasi besar-besaran, BlackBerry kini kabarnya kembali diincar oleh sejumlah perusahaan.
Seperti dilansir Digitimes, Sabtu (23/5/2015), Microsoft dan sejumlah vendor handset yang berbasis di Tiongkok, termasuk Xiaomi, Lenovo dan Huawei, diindikasikan sebagai perusahaan yang berminat mengakuisisi BlackBerry.
Microsoft dikabarkan telah menugaskan perusahaan investasi untuk mengevaluasi kemungkinan mengambil alih BlackBerry, dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing di segmen bisnis solusi perangkat mobile.
Selain itu, perusahaan raksasa perangkat lunak ini juga mengincar portfolio hak paten untuk teknologi Internet of Vehicles (IoV), platform mobile serta sektor komunikasi yang dimiliki BlackBerry.
Sumber di Digitime mengatakan, bahwa Microsoft tertarik mencaplok BlackBerry setelah melihat perusahaan yang berbasis di Kanada itu lebih memilih focus mengembangkan bisnis perangkat lunaknya, ketimbang sebagai perusahaan pembuat handset. Hal ini tentu saja akan menguntungkan bagi Microsoft karena bisa melengkapi lini produk Microsoft.
lanjutkan ke halaman berikutnya
Sementara bagi vendor ponsel asal Tiongkok, ketertarikan untuk mengakuisisi BlackBerry bertujuan untuk meningkatkan kehadiran mereka di pasar Amerika Serikat dan Eropa. Selain itu, Xiaomi dkk juga ingin memperluas produk platform dan portofolio paten mereka.
Bagi para vendor asal Tiongkok, kesempatan untuk mengakuisisi BlackBerry merupakan jalan untuk meningkatkan kehadiran mereka di pasar Amerika Serikat dan Eropa, sekaligus jalan untuk memperluas produk platform serta potfolio hak paten.
Tapi peluang vendor-vendor ponsel asal Tiongkok untuk mengakuisisi BlackBerry dinilai lebih kecil ketimbang Microsoft. Pasalnya, badan perundang-undangan di Amerika Serikat dan Eropa memiliki kekhawatiran kalau akuisisi tersebut berpotensi membahayakan keamanan negara. Isu soal keamanan negara ini jugalah yang kabarnya mengganjal Lenovo mengakuisisi BlackBerry pada tahun lalu. [HBS]



