Telset.id ā Microsoft bersama Japanese National Police Agency berhasil melumpuhkan tiga layanan āapp storeā kriminal berbahasa China yang menyasar 75.000 organisasi di lebih dari 150 negara. Operasi ini mengungkap ekosistem kejahatan siber yang menyediakan situs palsu siap pakai, dan menghasilkan jutaan dolar bagi para pelakunya.
Ketiga layanan tersebut adalah YAM Store, CoGUI, dan Iron Man. Selain menargetkan puluhan ribu organisasi, ketiganya mengirim lebih dari satu miliar pesan komunikasi berbahaya yang mempromosikan penipuan. Sebanyak 750 juta pesan di antaranya diarahkan langsung ke pelanggan Microsoft.
Operasi ini tidak berjalan sendiri. Selain otoritas Jepang, Microsoft melibatkan Cloudflare, Oracle, Proofpoint, Resecurity, dan TRM Labs. Investigasi berawal dari penelusuran pesan scam yang menyasar bisnis dan warga Jepang, lalu mengungkap pasar kriminal yang memiliki tiga komponen utama.
Template Palsu Siap Pakai
Dari penyelidikan terhadap ekosistem kejahatan siber yang menargetkan bisnis Jepang, tim investigasi menemukan peran YAM Store, CoGUI, dan Iron Man sebagai pintu masuk bagi para pelaku. Lingkungan ini menyediakan situs web dan pesan palsu yang sudah jadi, dirancang untuk menipu target agar mengira sedang berinteraksi dengan pihak asli.
Amazon termasuk di antara situs yang dipalsukan. Halaman tiruan itu dijual agar penipu bisa langsung menggelar laman meyakinkan untuk mencuri kredensial login dan pembayaran, tanpa perlu menyewa programmer sendiri. Spoof lain yang diperdagangkan mencakup situs instansi pemerintah, lembaga keuangan, dan perusahaan ternama lainnya.

Perangkat lunak penyaring keamanan awalnya tidak mampu menangani kerangka kerja phishing-as-a-service (Phaas) CoGUI. Framework ini memakai metode penyamaran yang cukup canggih untuk menghindari deteksi, termasuk browser fingerprinting dan geofencing. CoGUI disebut menargetkan korban di Jepang dan AS, tetapi selama investigasi berlangsung layanan ini digantikan oleh layanan baru bernama Iron Man.
Yang menarik untuk dicatat adalah peran fasilitas tersebut dalam distribusi aset kejahatan siber. Ketiganya bukan sekadar toko, melainkan jalur masuk bagi kriminal untuk mengakses ekosistem yang lebih luas.
Baca Juga:
YAM Store dan Penyegaran Inventaris Otomatis
Ketiga komponen sebenarnya sudah diketahui Microsoft dan otoritas. Namun diperlukan upaya terkoordinasi untuk menyusup ke jaringan kriminal yang memakai layanan tersebut. Ketiganya dihosting dalam lingkungan berbahasa China sepenuhnya, sehingga tim investigasi perlu menambahkan penutur asli untuk bisa menembus pasar kriminal bawah tanah bernama YAM Store.
Microsoft memberi nomor pelacakan Storm-3119 untuk pasar tersebut, yang digambarkannya sebagai āInitial Access Brokerā. Pasar ini dibangun untuk menyediakan ālingkungan yang dikompromikan atau diperoleh secara curang di penyedia seperti Microsoft dan Googleā bagi para pelanggannya.
Meski perangkat lunak yang dikompromikan semestinya sudah masuk radar penerbitnya, pembuat YAM Store punya akal-akalan. Mereka menjaga inventaris tetap segar dengan otomatisasi. Sistem ini mengidentifikasi ānama lingkungan atau organisasi yang kedaluwarsa dan memanfaatkan informasi pelanggan sah yang terkait untuk membantu mengelabui deteksi yang adaā.

Sebagai langkah penutup, Microsoft telah menyita domain yang terkait dengan infrastruktur YAM/CoGUI/Iron Man. Domain-domain tersebut kemudian diblokir atau dialihkan. Langkah ini menjadi bagian dari kerja sama Microsoft dengan penegak hukum di seluruh dunia untuk membongkar operasi ilegal yang menyasar bisnis dan individu.
Kasus ini memperlihatkan bahwa satu pesan scam sederhana sering kali hanyalah ujung terlihat dari operasi kriminal lintas negara yang jauh lebih besar. Tiga layanan yang dibekukan kini menjadi bukti bagaimana infrastruktur phishing bisa diperjualbelikan secara terbuka di pasar bawah tanah. Bagi pelaku bisnis, penangkapan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap situs tiruan yang meniru layanan resmi, sejalan dengan langkah pengamanan yang terus dikembangkan Microsoft di sisi lain, seperti Microsoft Maia 300 untuk infrastruktur Azure.





Komentar
Belum ada komentar.