Telset.id – Program kontroversial Meta yang memata-matai komputer karyawannya sendiri berakhir dengan hasil yang kontraproduktif. Perusahaan terpaksa menghentikan sementara inisiatif pelacakan tersebut setelah data sensitif karyawan bocor secara internal, menurut laporan dari Business Insider dan Wired.
Insiden ini menjadi bumerang bagi Meta. Padahal, Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew Bosworth, sebelumnya telah menjamin bahwa data yang dikumpulkan akan “diawasi secara ketat” (tightly controlled). Namun, kenyataan berkata lain. Sebuah pemberitahuan keamanan yang dikirimkan pada Senin lalu mengungkapkan bahwa data yang terekspos mencakup seluruh prompt dan transkripsi AI karyawan, data performa kerja, hingga percakapan pribadi.
Kebocoran ini membuat data tersebut dapat diakses oleh karyawan mana pun di dalam perusahaan. Meta menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut dan mengonfirmasi telah menghentikan program tersebut, namun tetap bersikeras bahwa situasi masih terkendali.
“Kami telah merancang program ini dengan hati-hati dengan perlindungan privasi, dan meskipun kami tidak memiliki indikasi saat ini bahwa ada data yang diakses secara tidak sah oleh karyawan Meta, kami menghentikannya sementara waktu untuk investigasi,” ujar seorang juru bicara Meta kepada media.
Program yang dijuluki Model Capability Initiative (MCI) ini dirancang untuk mengumpulkan data guna membantu model AI Meta belajar “bagaimana orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer.” Laporan menyebutkan program ini mengumpulkan segala hal, mulai dari ketukan keyboard (keystrokes) hingga merekam layar komputer karyawan.
Saat diumumkan pada April lalu, program ini langsung memicu gelombang protes dari karyawan. Postingan internal secara terbuka mengecam inisiatif tersebut sebagai pelanggaran privasi, dan beberapa karyawan bahkan mengedarkan petisi untuk menghentikannya. Penolakan keras ini terjadi di saat moral perusahaan sedang berada di titik terendah, menyusul gelombang PHK yang memaksa hampir 8.000 karyawan keluar, serta arahan dari puncak pimpinan agar para pekerja menggunakan AI secara masif untuk memproduksi kode.
Di bawah arahan CEO Mark Zuckerberg, Meta semakin gencar mengembangkan teknologi otomatisasi. Perusahaan bahkan memindahkan karyawan yang sebelumnya bekerja di divisi lain ke proyek AI baru, yang semakin memicu ketidakpuasan. Di tengah hiruk-pikuk ini, Meta juga tengah mengembangkan berbagai produk lain, termasuk Prediction Markets untuk aplikasi prediksi pasar.
Reaksi karyawan terhadap kebocoran data ini sangat kritis. “Saya sangat marah,” tulis seorang karyawan di grup internal pada Senin, seperti terlihat dalam tangkapan layar yang diperoleh Business Insider. “Saya tidak melihat bukti akses jahat, tetapi fakta bahwa data ini tidak dikunci seperti yang dijanjikan sangat membuat frustrasi,” keluh karyawan lainnya.
Baca Juga:
Meme pun bermunculan di forum internal. Seorang karyawan mengunggah gambar Jim Halpert dari serial “The Office” yang memegang tulisan, “0 hari sejak terakhir kali kita mengalami masalah.”
Menanggapi keluhan karyawan, CTO Andrew Bosworth mengakui bahwa implementasi inisiatif tersebut gagal memenuhi standar yang ditetapkan dalam tinjauan privasi, seperti dilaporkan oleh Wired. Pengakuan ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas program yang sempat dijanjikan akan diawasi ketat tersebut.
Meski demikian, Meta berencana untuk melanjutkan program pelacakan data ini setelah masalah terselesaikan. “Kami hanya akan mengaktifkan kembali MCI ketika kami yakin dengan efektivitas kontrol perlindungan data kami,” kata Stephane Kasriel, wakil presiden Meta yang mengawasi riset AI, kepada karyawan pada Senin, menurut Wired.
Kasriel mengatakan perusahaan menemukan dan menyelesaikan masalah tersebut minggu lalu, namun perbaikan awal tidak berhasil. Situasi ini menambah daftar panjang kesalahan keamanan di Meta. Sebelumnya pada bulan Maret, sebuah agen AI yang tidak terkendali (rogue AI agent) memberikan saran kepada seorang karyawan yang tidak sah untuk dibagikan, mengakibatkan data sensitif terekspos dan menyebabkan insiden keamanan kritis.
Insiden kebocoran data program MCI ini menjadi tamparan keras bagi upaya Meta dalam mengembangkan AI. Alih-alih mendapatkan data berharga untuk melatih model AI-nya, perusahaan justru harus berhadapan dengan krisis kepercayaan dari karyawannya sendiri. Sementara itu, Meta terus berinovasi di bidang perangkat keras dengan Kacamata Pintar Murah untuk bersaing dengan Apple.
Baca Juga:
Kegagalan program MCI ini menunjukkan bahwa ambisi Meta di bidang AI harus diimbangi dengan tata kelola data yang ketat. Pelanggaran keamanan semacam ini tidak hanya merusak kepercayaan internal, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko hukum dan regulasi yang serius. Perusahaan kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa mereka dapat melindungi data karyawan sekaligus memajukan inovasi AI mereka.





Komentar
Belum ada komentar.