📑 Daftar Isi

Mark Zuckerberg mengumumkan aplikasi Arena untuk prediksi pasar

Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Ala Polymarket

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Meta mengembangkan aplikasi prediksi pasar bernama Arena yang mirip Polymarket dan Kalshi
  • Aplikasi akan menggunakan sistem poin, bukan uang sungguhan, tapi Meta belum menutup kemungkinan taruhan uang asli
  • Proyek ini menjadi prioritas utama Meta dan akan independen dari aplikasi lainnya
  • Pasar prediksi penuh kontroversi, termasuk kasus penangkapan pengguna dan praktik manipulatif Polymarket
  • Meta memiliki sejarah mengkloning fitur populer dari kompetitor seperti Stories Snapchat dan Reels TikTok

Telset.id – Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi prediksi pasar yang mirip dengan Polymarket dan Kalshi. Proyek internal ini diberi nama sandi “Arena” dan menjadi prioritas utama bagi tim kecil yang ditugaskan oleh CEO Mark Zuckerberg.

Informasi ini diungkap oleh The New York Times yang melaporkan bahwa aplikasi Arena tidak akan memungkinkan pengguna untuk bertaruh dengan uang sungguhan. Sebaliknya, Meta kemungkinan akan mengandalkan sistem taruhan berbasis poin. Meski demikian, perusahaan yang bermarkas di Menlo Park itu disebut belum menutup kemungkinan untuk mengizinkan taruhan uang asli di masa depan.

Langkah Meta ini bukanlah hal baru. Perusahaan yang dipimpin Zuckerberg ini memiliki sejarah panjang dalam mengadopsi fitur populer dari kompetitor. Contoh paling jelas adalah ketika Meta mengkloning format Stories milik Snapchat dan feed video vertikal TikTok ke dalam platformnya.

Kontroversi Pasar Prediksi

Namun, keputusan Meta untuk terjun ke pasar prediksi tidak lepas dari risiko. The New York Times mencatat bahwa pasar prediksi telah dikelilingi kontroversi, termasuk kasus pengguna yang ditangkap karena memasang taruhan mencurigakan. Lebih lanjut, The Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan bahwa Polymarket membayar orang-orang untuk membuat video palsu tentang diri mereka yang sedang memasang taruhan.

Menurut laporan NYT, sumber internal Meta menggambarkan aplikasi Arena sebagai “prioritas utama” bagi perusahaan. Aplikasi ini dirancang untuk berdiri sendiri alias independen dari aplikasi Meta lainnya, meskipun perusahaan berencana mengarahkan pengguna dari platform utamanya ke Arena.

Hingga berita ini ditulis, Meta dan Polymarket belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sementara itu, Laura Frank, juru bicara Kalshi, menolak berkomentar.

Strategi Kloning Fitur Populer

Strategi Meta untuk mengkloning fitur populer dari platform lain sudah menjadi pola yang konsisten. Dari Stories hingga Reels, perusahaan selalu berhasil mengintegrasikan tren ke dalam ekosistemnya. Kini, dengan Arena, Meta mencoba memasuki ranah pasar prediksi yang tengah naik daun.

Meski demikian, tantangan regulasi dan etika menjadi batu sandungan potensial. Pasar prediksi seringkali berada di area abu-abu hukum, terutama terkait perjudian. Keputusan Meta untuk memulai dengan sistem poin bisa menjadi cara untuk menghindari masalah hukum sambil tetap menguji minat pasar.

Jika diluncurkan secara publik, Arena akan menjadi entitas independen. Ini berarti pengguna tidak perlu memiliki akun Meta untuk mengaksesnya, meskipun perusahaan akan memanfaatkan jaringannya untuk promosi. Langkah ini mirip dengan bagaimana Meta mengelola WhatsApp dan Instagram sebagai aplikasi terpisah namun saling terintegrasi.

Dengan statusnya sebagai prioritas utama, pengembangan Arena kemungkinan akan berjalan cepat. Namun, Meta harus berhati-hati dengan kontroversi yang membayangi industri ini. Kasus penangkapan pengguna dan praktik manipulatif Polymarket menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin terjun ke bisnis ini.

Komentar

Belum ada komentar.