Menghitung Hari Terhempasnya “Istana Surgawi” ke Bumi

Telset.id, Jakarta – Menurut perkiraan, laboratorium antariksa China bakal jatuh ke bumi dalam hitungan hari. Prediksi tersebut disampaikan oleh badan antariksa Eropa (ESA).

Dilaporkan CNN, ESA terus memantau pergerakan wahana bernama Tiangong-1 itu. Ini kemungkinan akan memasuki atmosfer bumi antara 30 Maret hingga 2 April 2018 mendatang.

Institusi antariksa China menjelaskan bahwa Tiangong-1, yang juga dijuluki “Istana Surgawi”, bakal memasuki atmosfer bumi sekitar 31 Maret hingga 4 April 2018. Sebagian besar bagiannya akan habis terbakar dalam proses tersebut.

Tiangong-1, yang berbobot 8,5 ton, mengalami kerusakan dan tak lagi bisa dikendalikan sejak Maret 2016. Sejak saat itu, Tiangong-1 terus mengorbiti bumi dan diperkirakan segera jatuh.

Para ahli telah menyatakan bahwa potensi bahaya akibat puing-puing antariksa ke bumi sangatlah kecil. Kemungkinan seseorang dihantam objek antariksa diperkirakan satu berbanding satu triliun.

Meski demikian, Alan Duffy, peneliti di pusat astrofisika dan superkomputer Swinburne University of Technology di Australia, mengatakan bahwa informasi yang minim soal Tiangong-1 membuat para pakar kesulitan menilai tingkat risiko terhadap manusia atau lingkungan.

“Komunitas internasional tak tahu Tiangong-1 terbuat dari apa. Kita tidak tahu potensi bahayanya,” ujar Duffy. Menurut Aerospace Corporation, lembaga konsultan operasi dirgantara, Tiangong-1 berbobot 8.500 kilogram, panjang 10,5 meter, dan diameter 3,4 meter tidak akan terbakar seluruhnya di atmosfer.

Sebelumnya, pada 1997, sepotong kecil roket Delta II menjatuhi bahu seorang warga Oklahoma, Amerika Serikat.  Wanita bernama Lottie Williams itu merupakan orang pertama dalam sejarah yang kejatuhan sampah antariksa buatan manusia. [SN/IF]

Source Link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here