Mendikbud Nadiem: Google, Jadikan Indonesia Prioritas Nomor Satu

Nadiem Google

Telset,id, Jakarta – Mendikbud Nadiem Makarim meminta Google untuk menjadikan Indonesia sebagai prioritas nomor 1 di dunia dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang melek teknologi. Nadiem mengatakannya ketika menjadi pembicara di acara Google for Indonesia.

Nadiem menyatakan, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk menelurkan SDM yang unggul dalam bidang teknologi.

Makanya, dibutuhkan pihak-pihak seperti Google, unicorn sampai tech startup yang dapat berkolaborasi bersama pemerintah untuk membuat Indonesia lebih maju ke depannya.

{Baca juga: Google for Indonesia: Intip Inovasi Google untuk Indonesia}

“Kita tidak mungkin ikut revolusi industri manufaktur untuk maju. Perlu cari shortcut, yaitu melalui teknologi,” kata Mendikbud Nadiem.

“Tolong Google dan semuanya, jadikan Indonesia prioritas nomor 1 di dunia. Kabinet sekarang sangat progresif, siap berkolaborasi. Bahkan, sudah mengimplementasi agile system sampai objective and key results,” jelas pria yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Gojek itu.

Ia pun meminta perusahaan-perusahaan seperti Google untuk secara intensif bekerja sama dengan pemerintah. Bukan kerja sama dalam skala kecil, melainkan skala besar dengan dampak yang besar pula bagi masyarakat Tanah Air ke depannya, salah satu contohnya adalah program Bangkit

“Kita commit 100%. Tapi tolong jangan skalanya kecil. Kalau di program Bangkit hanya 300 anak, coba pikirkan bagaimana program ini bisa menarik 300 ribu anak,” tegas Nadiem.

{Baca juga: Awas! Smartphone Android Murah Disusupi Aplikasi Berbahaya}

“Jangan bilang tidak mungkin dulu, coba pikirkan terlebih dahulu (kesempatannya),” lanjutnya.

Sekadar informasi, Bangkit merupakan program Google Indonesia dengan menggandeng Tokopedia, Gojek, dan Traveloka. Program ini untuk melatih anak-anak muda tentang machine learning dan soft skill, agar lulusannya menjadi tenaga teknis profesional.

Program ini berfokus pada Machine Learning Crash Course Google dan modul bahasa pemrograman Python dan Math for ML. Selain itu, akan diajarkan pula keterampilan non teknis soal metodologi pemikiran desain dan keahlian lainnya terkait pengembangan profesi. (FHP)

Previous articleApple Watch Terbaru Bisa Deteksi Gerakan Otot?
Next articleYeayy! Ponsel 2G Kini Bisa Akses Google Assistant

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here