telset

Media Digital Jadi Masa Depan Bisnis Media

Jakarta – Perkembangan digital media yang menyeruak cepat dalam beberapa tahun terakhir dinilai tidak akan ‘membunuh’ bisnis media. Karena yang terjadi adalah, media ke depannya akan bertransformasi dari media cetak menjadi media digital.

Kekhawatiran akan punahnya media cetak cukup beralasan, karena melihat semakin banyaknya media cetak konvensional yang bertumbangan. Contoh yang cukup menghebohkan adalah tumbangnya raksasa media cetak dunia, Newsweek yang kini beralih ke online media.

Budiono Darsono, Founder dan President Director detikcom mengungkapkan, bisnis media tidak akan mati dengan kehadiran digital media. Tapi hanya akan berubah bentuk dari print media menjadi media digital.

“Bisnis media tidak akan pernah mati. Yang mati hanya bentuk fisiknya saja, yakni dari dalam bentuk print media, berganti menjadi media digital,” paparnya dalam acara diskusi ‘Trend Media Digital di Era Mobile Data’ di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (05/12).

Menurutnya, kemajuan layanan data dan semakin membanjirnya perangkat gadget, seperti smartphone dan tablet menjadi faktor utama pesatnya perkembangan online media.

Kemajuan teknologi di sejumlah device, sebut Budiono, telah mengubah kebiasaan orang dalam hal cara membaca. “Contohnya dengan adanya tablet sekarang telah membuat orang bisa membaca layaknya sebuah majalah,” tutur pria yang kerap disapa BDI ini.

Bahkan, lanjutnya lagi, media digital semakin disukai karena bisa menyuguhkan konten yang lebih lengkap dibanding media cetak. Karena di dalam media digital tak hanya berupa teks, tapi bisa juga menyediakan konten video yang lebih interaktif.

Oleh sebab itu ia mengatakan sudah sering kali mengingatkan kepada para pelaku di bisnis media cetak bahwa mau atau tidak mau mereka harus menyiapkan diri masuk ke era digital media.

“Saya bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi kasus Newsweek harus menjadi peringatan buat bisnis media cetak. Makanya saya suka menyebutnya sebagai “Newsweek Warning”, karena masa depan bisnis media ada pada media digital,” imbuhnya.

Budiono menyebutkan, majalah Newsweek sudah mengalami fase ini. Selama 80 tahun atau hampir 1 abad mereka besar di bisnis media cetak, namun Newsweek akhirnya menghentikan edisi cetak mereka dan memutuskan untuk beralih ke online media.

Ini membuktikan bahwa media online harus diakui memiliki berbagai kelebihan dibandingkan media cetak konvensional, baik secara kecepatan penyebaran berita, maupun dilihat dari sisi konten.

“Ke depannnya siapa yang bisa menyediakan konten paling lengkap dan menarik, akan berpeluang menjadi penguasa pasar,” tandas Budiono.[hbs]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0