Media China Menerima Permintaan Maaf Apple

CEO Apple, Tim Cook
CEO Apple, Tim Cook

Jakarta – Surat permintaan maaf secara terbuka kepada pelanggan Apple di China yang dikirimkan CEO Apple, Tim Cook, ternyata cukup ampuh untuk meredam ketegangan dengan pihak media di China.

Setelah menerima surat permintaan maaf, pihak media di China menyatakan bahwa sangat menghargai sikap perusahaan raksasa teknologi itu. Media China pun menerima permintaan maaf Apple terkait kebijakan garansi perangkat Apple di negara tersebut.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, pihak Apple mendapat banyak kritikan dari sejumlah media di China terkait kebijkan garansi. Masalah utama yang dikomplain pengguna Apple di China adalah, soal pemberian garansi pada perangkat komputer Apple yang hanya satu tahun. Padahal, menurut aturan di China, garansi yang diberikan minimal harus dua tahun.

Selain soal masa waktu garansi, pengguna Apple di Negeri Tirai Bambu itu merasa kebijakan terkait masalah iPhone cacat/rusak yang diberlakukan Apple di China berbeda dengan di negara lain.

Di China, Apple hanya memberikan pergantian komponen iPhone yang rusak/cacat. Sementara di negara lain, Apple menggantikan iPhone cacat produksi dengan yang baru, selama masih dalam masa garansi.

Karena masalah-masalah itulah akhirnya memaksa Tim Cook selaku CEO Apple harus turun tangan dengan melayangkan surat terbuka kepada pers untuk meminta maaf dan berjanji akan mengubah kebijakan garansi Apple.

Koran The People’s Daily yang sebelumnya menjadi media yang paling keras mengkritik kebijakan Apple terlihat sudah lebih melunak, dan akhirnya mau menerima permintaan maaf Apple.

“Surat permintaan maaf Apple telah meredakan situasi dan telah melunakan ketegangan hubungan antara Apple dan pasar China. Respon yang diberikan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan Amerika lainnya,” tulis The People’s Daily menanggapi surat Cook.

Sementara itu, juru bicara kementerian luar negeri China, Hong Lei juga ikut memberikan reaksi yang positif atas sikap Apple.

“Kami menerima dan menyetujui apa yang Apple sampaikan dalam surat permintaan maafnya,” kata Hong Lei, seperti dikutip telsetNews dari Reuters, Rabu (3/4).

Reaksi cepat yang diberikan Apple atas komplain pelangganya di China ini sebenarnya tidaklah terlalu mengejutkan. Pasalnya, China merupakan pasar kedua terbesar Apple, dengan tingkat pertumbuhan tercepat di dunia.

Maka tak heran jika Apple Apple memutuskan untuk meningkatkan waktu garansi di negara tersebut. Perusahaan yang berbasis di Cupertino itu tentu saja tidak ingin mengambil resiko kehilangan salah satu pasar terbesarnya akibat citranya tercoreng dengan kasus kebijakan garansi.[HBS]

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0