Mau Lebih Bahagia? Berhentilah Buka Facebook!

Facebook penggunaJAKARTA – Tanpa disadari, Facebook telah menjadi candu bagi para penggemarnya. Tapi apakah Facebook membuat Anda bahagia? Atau justru telah merampas sebagian dari kebebasan hidup Anda? Kalau begitu, apakah tanpa Facebook bisa membuat hidup Anda lebih bahagia?

Tanpa disadari, Facebook telah cukup banyak menyita waktu Anda setiap hari. Anda akan dipaksa untuk memeriksa smartphone ketika sebuah notifikasi masuk dari jejaring sosial tersebut.

Kesibukan Anda pun masih berlanjut saat rutinitas membuat update status atau membaca berbagai status orang, dan kemudian memberikan komentar. Apakah semua itu membuat Anda bahagia?

Belum lama ini Happiness Research Institute merilis hasil studinya yang meneliti perilaku para pengguna Facebook, dimana terungkap bahwa 94% orang mengunjungi Facebook sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.

Yang menarik, dari hasil penelitian yang dilakukan Happiness Research Institute, bahwa saat orang bisa “hidup tanpa Facebook”, justru merasakan hidupnya lebih bahagia.

Dalam penelitiannya, Happiness Research Institute melibatkan sebanyak 1.095 responden yang merupakan pengguna aktif Facebook. Separuh dari responden diminta untuk berhenti mengakses Facebook selama seminggu, sedangkan separuhnya lagi diminta untuk meneruskan kebiasaannya mengakses Facebook.

Hasilnya, mereka yang berhenti mengakses Facebook selama seminggu merasa lebih bebas dan hidupnya lebih bahagia. Para peneliti menemukan bahwa 88% dari mereka yang dipaksa tidak mengakses Facebook merasa bahagia, dibandingkan dengan 81% dari mereka yang masih membuka situs jejaring sosial tersebut.

Kelompok responden yang diminta berhenti membuka Facebook mengatakan bahwa mereka merasa lebih antusias, tidak mudah marah dan tidak mudah stress seperti saat masih mengakses Facebook. Mereka juga merasa kehidupan sosialnya di dunia nyata menjadi lebih harmonis.

Sementara kelompok facebookers yang masih rutin mengakses Facebook, sekitar 55% mengatakan merasa tidak bahagia, karena mereka setiap hari hanya melihat sisi terbaik dalam hidup orang lain.

Tanpa disadari, hal tersebut membuat pengguna Facebook fokus pada apa yang dimiliki orang lain, bukan yang dimiliki diri sendiri. Namun, hasil ini mungkin masih debatable. Penelitian inipun tidak menyebutkan orang yang masih mengakses Facebook pasti tidak bahagia.

Meski begitu, hasil penelitian ini patut untuk dipertimbangkan, terutama saat Anda merasa jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu telah merampas kebebasan Anda. Tidak ada salahnya Anda berhenti membuka Facebook jika ingin hidup lebih bebas dan bahagia.[HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0