Masih Ada Waktu Dua Tahun untuk Wimax

Jakarta-  Walaupun lisensi Broadband Wireless Access (BWA) yang menggunakan frekuensi 2,3 GHz telah diterbitkan pemerintah sejak tahun 2009 lalu, namun hingga kini Wimax masih belum bisa menunjukan kemampuannya seperti yang diharapkan.

“Masih ada waktu dua tahun Wimax bisa bernafas untuk berkembang, kalau tidak pasarnya akan bisa diambil LTE (Long Term Evolution), kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Tifatul Sembiring pada acara demo LTE dan sosialisasi serta pameran konvergensi di Gedung Telkom, Jakarta, Rabu (4/4).

Tifatul mengungkapkan, pemerintah tetap memberikan peluang bagi Wimax untuk berkembang, karena sejarah Wimax sendiri meninggalkan cerita yang cukup panjang, dan merupakan warisan yang harus diterima.

Wimax itu warisan yang kami terima. Kami telah melakukan diskusi panjang memperbaiki regulasinya, hingga disepakati bisa menggunakan sistem E, walaupun kita tahu sistem D yang statis dan E mobile sebenarnya berbeda. Tapi kita harus netral, jelasnya.

Ia memaklumi kondisi yang dihadapi sehingga Wimax selama ini pengimplementasiannya di Indonesia sangat lambat. Salah satunya karena ternyata harganya berbeda, akibat ketersediaan sistem D tak sebanyak sistem E. Kita pahami untuk mengembangkan Wimax butuh investasi yang tidak sedikit, tuturnya.

Tifatul mengingatkan, dalam waktu dua tahun Wimax harus bisa bergerak cepat kalau tidak ingin terlindas teknologi baru LTE, yang rencananya akan mulai diperkenalkan pada tahun 2013 mendatang. Kita berharap Wimax bisa berkembang dalam dua tahun ini, sebelum LTE masuk, ucap Menkominfo.

Walaupun direncanakan akan mulai diperkenalkan tahun 2013, namun menurutnya, LTE masih butuh waktu untuk mulai bisa diterapkan di Indonesia. Memang tidak bisa langsung diterapkan, karena kita harus siapkan dulu regulasinya, imbuhnya.

Menkominfo berharap, jika nanti Wimax dan LTE telah bisa diterapkan di Indonesia,  kedua teknologi ini bisa berkembang secara bersamaan, jangan justru saling membunuh satu sama lain. Untuk mengembangkan kedua teknologi ini butuh investasi yang besar. Jadi jangan sampai ada yang mati™ ditengah jalan, pesan Tifatul. [hbs]

 

Previous articleXL Kembangkan Bisnis Solusi M2M
Next articleTender 3G Kanal 3 Ditunda Tahun Depan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here