telset
spot_img

Mantan Kepala Intelijen AS Peringatkan Serangan Cyber ‘9/11’

Jakarta – Mantan direktur NSA (National Security Agency) John “Mike” McConnell mengatakan kepada Financial Times bahwa Amerika Serikat (AS) menghadapi ancaman serangan cyber yang bisa melumpuhkan sistem perbankan nasional, jaringan listrik, dan infrastruktur penting lainnya.

NSA merupakan badan milik pemerintah AS yang bertugas untuk mengumpulkan dan menganalisa komunikasi negara lain, serta melindungi informasi milik Amerika Serikat.

McConnell yang juga mantan direktur intelijen AS ini menyebutkan AS menghadapi ancaman serangan cyber yang “setara serangan World Trade Center” atau biasa dikenal dengan peristiwa ‘9/11’.

“Kami telah memiliki peringatan serangan yang setara 9/11. Apakah kita akan menunggu runtuhnya World Trade Center?” kata McConnell kepada Financial Times yang dikutip telsetNews dari CNET, Senin (03/12).

Ia menambahkan, mengacu pada serangan sebelumnya terhadap situs milik bank-bank besar dan cyber attack ke beberapa situs yang menyebabkan dua pertiga dari komputer di perusahaan minyak Arab Saudi tidak berfungsi tahun ini.

Pejabat AS sendiri menuding Iran sebagai pihak yang bertanggungjawab atas seragan itu dengan menciptakan virus Shamoon. Pihak AS menyebut Iran yang bertanggung jawab untuk serangan cyber itu, yang menginfeksi lebih dari 30.000 komputer perusahaan gas alam Saudi Aramco dan Qatar RasGas pada pertengahan Agustus lalu.

Peringatan McConnell sudah pernah disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta pada Oktober lalu, yang memperingatkan bahwa AS menghadapi kemungkinan “Cyber Pearl Harbor ” yang dilakukan oleh hacker asing.

“Tiba-tiba listrik mati, sistem online perbankan tidak bekerja, Anda tidak ada cara bisa mendapatkan uang, Anda tidak bisa keluar dari kota, Anda tidak bisa online, dan melumpuhkan dunia kerja, sehingga semua mulai tidak dapat diandalkan,” kata McConnell. “Dan itu adalah ‘Cyber Pearl Harbor’,” sambungnya.

Namun McConnell menyatakan keraguan bahwa Iran atau kelompok teroris dapat melakukan serangan seperti itu. Tetapi ia mengatakan, hanya masalah waktu sebelum mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya.

McConnell menjabat sebagai direktur Badan Keamanan Nasional/NSA di bawah Presiden Clinton dan kemudian sebagai direktur Intelijen Nasional di bawah George W. Bush dan Presiden Obama.[hbs]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0