telset

Mahasiswa China Dipaksa Bekerja di Pabrik iPhone

Jakarta – Kehadiran iPhone 5 yang kurang dari seminggu lagi disambut berita tak sedap dari pabrik perakitannya di China. Ribuan mahasiswa di China diduga telah dipaksa untuk bekerja di pabrik perakitan iPhone, Foxconn.

Shanghai Daily meloporkan para mahasiswa di China itu dipaksa bekerja di pabrik perakitan Foxconn setelah sekolah tempat mereka belajar dihentikan pada awal semester baru.

Perusahaan rekanan Apple itu diketahui telah meminta bantuan ke beberapa universitas di China, agar mengirimkan mahasiswanya untuk membantu produksi perangkat iPhone 5

Dikutip telsetNews dari BGR, Jumat (7/9), para mahasiswa tersebut mulai bekerja dibagian produksi pada Kamis lalu. Foxconn memberikan bayaran sebesar 1.550 yuan atau sekitar USD 243 per bulan untuk bekerja 12 jam sehari, enam hari seminggu.

Salah seorang mahasiswa yang tak mau disebutkan namanya mengklaim,  pemerintah China telah memerintahkan sekolah-sekolah untuk mengirim siswa untuk membantu Foxconn. Namun Foxconn tidak memberitahukan kepada orang tua, dan perjanjian ditandatangani dengan para siswa.

Siswa lain menjelaskan bagaimana beberapa lembaga akan dihukum jika kedapatan ada siswanya yang berusaha meninggalkan pabrik tersebut.

Dalam sebuah laporan Radio Nasional China, guru-guru dari sekolah setempat mengakui adanya perintah kontroversial soal magang tersebut. Namun mereka beralasan itu dilakukan untuk memberikan pengalaman kerja dan mempromosikan kemampuan individu para siswa. [hbs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0