📑 Daftar Isi

Ilustrasi smart TV LG yang menjadi sorotan terkait isu privasi dan keamanan data pengguna.

LG Bantah TV Pintarnya Memata-matai dan Rekam Audio Pengguna

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • LG membantah klaim Gamers Nexus bahwa smart TV-nya memata-matai pengguna dengan merekam audio dan mengunggah data secara konstan.
  • LG menegaskan TV hanya memproses data suara saat tombol voice di remote ditekan atau kata kunci "Hi LG" terdeteksi setelah fitur diaktifkan pengguna.
  • LG mengakui TV-nya memindai perangkat di jaringan yang sama, namun menyebut ini fungsi standar smart TV dan perangkat rumah pintar.
  • Fitur ACR (Automatic Content Recognition) bersifat opt-in dan tidak digunakan untuk iklan tanpa persetujuan pengguna.
  • LG mengonfirmasi TV memantau kata kunci "Hi LG" saat standby, tapi audio diproses lokal dan segera dihapus jika kata kunci tidak terdeteksi.
  • Tom's Hardware belum melakukan verifikasi independen atas klaim Gamers Nexus maupun bantahan LG.

Telset.id – LG secara tegas membantah klaim bahwa smart TV buatannya terus-menerus mencatat dan mengunggah data pengguna, serta merekam audio saat perangkat dalam mode standby. Bantahan ini disampaikan LG menyusul investigasi yang dipublikasikan oleh Gamers Nexus yang menuding LG mengoperasikan “216.000.000 TV mata-mata”.

Dalam pernyataan resmi kepada Tom’s Hardware, LG menegaskan bahwa klaim yang muncul dalam video Gamers Nexus tidak benar. Namun, perusahaan asal Korea Selatan ini mengakui bahwa TV pintarnya memiliki fitur untuk memindai perangkat lain di jaringan area lokal (LAN), sebuah fungsi yang disebutnya standar di industri smart TV dan perangkat media lainnya.

Investigasi Gamers Nexus yang dirilis awal pekan ini mengklaim adanya sejumlah masalah keamanan dan privasi pada smart TV LG. Video berdurasi dua jam tersebut, yang dibuat bekerja sama dengan dua peneliti keamanan bernama MrBruh dan uturn, mengklaim bahwa TV LG secara konstan mencatat dan mengunggah data pengguna bahkan saat offline atau dalam mode standby. Temuan ini didapat melalui analisis paket data (packet capture) dan analisis firmware.

Lebih lanjut, video tersebut juga menyebut TV LG memindai jaringan Wi-Fi, mencatat log audio, dan mengambil sampel input audio-video untuk mengidentifikasi apa yang sedang ditonton pengguna. Klaim paling signifikan menyangkut penangkapan audio melalui mikrofon TV, bahkan saat perangkat dalam keadaan mati, dengan laporan yang menyebut TV menyimpan data saat offline untuk diambil kembali nanti.

Smart TV

“Klaim yang dibuat dalam video yang baru-baru ini dipublikasikan tidak benar,” demikian pernyataan LG kepada Tom’s Hardware. “TV LG memproses data suara hanya ketika tombol suara pada remote control ditekan dan ditahan, atau ketika kata kunci seperti ‘Hi LG’ dikenali setelah pengguna mengaktifkan fitur pengenalan suara jarak jauh (Far-Field voice recognition).”

LG menambahkan bahwa di luar contoh yang disebutkan tersebut, TV tidak mengumpulkan atau merekam percakapan di sekitar. Perusahaan juga menyatakan jika kata kunci tidak dikenali, maka tidak ada data suara yang dikirim dari TV ke server. Proses audio untuk deteksi kata kunci dilakukan di perangkat (on-device).

Pengakuan LG soal Pemindaian Jaringan dan ACR

Kendati membantah tuduhan perekaman audio, LG mengakui bahwa fungsionalitas smart TV-nya mencakup pemindaian perangkat di jaringan yang sama. Namun, banyak pengamat dengan cepat menunjukkan bahwa LG menyebut ini sebagai fungsi standar dari semua smart TV dan perangkat rumah pintar lainnya.

Soal Automatic Content Recognition (ACR), LG menyatakan fitur ini bersifat opt-in untuk memberikan rekomendasi konten yang dipersonalisasi, serta layanan dan iklan. Perusahaan menegaskan bahwa secara standar, data ACR tidak digunakan untuk tujuan periklanan tanpa persetujuan pengguna.

Menjawab klaim secara lebih rinci, LG menyatakan bahwa smart TV-nya tidak mengumpulkan, merekam, atau mentransmisikan percakapan di rumah kecuali fungsionalitas suara telah diaktifkan oleh pengguna. Fitur pengenalan suara jarak jauh (Hi LG) juga harus diaktifkan secara manual oleh pengguna sebelum TV mulai mendengarkan kata kunci tertentu, mirip dengan mekanisme “Hey Siri” pada iPhone milik Apple.

LG mengonfirmasi bahwa TV-nya memantau kata kunci “Hi LG” saat dalam mode standby. Namun, perusahaan menegaskan bahwa jika kata kunci tidak terdeteksi, audio hanya diproses secara lokal sebelum dihapus. Perusahaan tidak menanggapi beberapa klaim dan kerentanan lain yang ditunjukkan dalam video, seperti penyimpanan transkrip dalam bentuk teks biasa (plain text).

Tom’s Hardware sendiri mengaku tidak melakukan verifikasi independen terhadap klaim yang dibuat Gamers Nexus maupun bantahan dari LG. Perusahaan elektronik ini juga menekankan komitmennya terhadap transparansi dan pengalaman pengguna yang aman, termasuk menolak praktik menyesatkan (dark patterns) dan memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas data dan ketentuan privasi melalui pengaturan TV.

Dalam pernyataan lengkapnya, LG memaparkan sejumlah poin penting. Pertama, melindungi privasi suara dengan memastikan TV tidak mengumpulkan, merekam, atau mentransmisikan percakapan di rumah, kecuali fungsionalitas suara sengaja diaktifkan pengguna. Kedua, fitur Far-Field Voice Recognition harus diaktifkan manual sebelum TV mendengarkan kata kunci.

Ketiga, saat mode standby dan TV tampak mati, perangkat hanya memantau kata kunci jika pengguna sebelumnya mengaktifkan fitur Far-Field. Jika tidak ada kata kunci yang terdeteksi, audio untuk deteksi diproses secara lokal, segera dihapus, dan tidak dikirim ke server LG. Keempat, TV LG dapat mengidentifikasi perangkat yang kompatibel di jaringan yang sama untuk mendukung konektivitas perangkat, berbagi konten, atau fungsionalitas rumah pintar.

LG juga menekankan komitmennya pada keamanan data dengan terus memantau platform dan bermitra dengan pakar keamanan independen untuk mengidentifikasi kerentanan dan memberikan pembaruan keamanan tepat waktu. Perusahaan berkomitmen memberikan transparansi dan menolak praktik menyesatkan, memastikan pengguna dapat memilih opsi privasi dan persetujuan langsung melalui pengaturan TV.

Terakhir, LG menegaskan bahwa fitur ACR, Voice Recognition untuk kontrol hands-free, dan Interest-Based Advertising masing-masing memerlukan persetujuan opt-in eksplisit terpisah dari pengguna dan dapat dinonaktifkan kapan saja melalui pengaturan TV. Kasus ini mengingatkan pada berbagai isu keamanan yang pernah menimpa perangkat teknologi, seperti klaim kamera pengawas yang juga memicu perdebatan publik soal privasi.

Perdebatan soal privasi smart TV ini juga beririsan dengan isu yang lebih luas tentang konten buatan AI yang kerap memunculkan kekhawatiran soal transparansi teknologi. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keputusan hukum atau regulasi baru yang muncul sebagai akibat langsung dari investigasi Gamers Nexus tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.