Kurikulum Google Ini Bantu Anak-anak Pintar Deteksi Hoaks

Kurikulum Google

Telset.id, Jakarta – Masih banyak pengguna internet, khususnya anak-anak yang terpapar oleh peredaran berita palsu atau konten hoaks. Google, sebagai raksasa pencarian pun tidak mau tinggal diam. Perusahaan ini akhirnya meluncurkan kurikulum Google untuk mengajarkan para siswa agar dapat mendeteksi berita palsu.

Dilaporkan Ubergizmo, seperti dilansir Telset.id pada Selasa (25/06/2019), kurikulum ini bernama “Be Internet Awesome”.

Kurikulum bisa digunakan bagi para guru untuk mengajarkan siswa terkait literasi media dan berita palsu.

Google mengembangkan kurikulum ini bersama Net Safety Collaborative, dan idenya untuk membantu para guru dalam memberikan kajian kepada siswa agar mereka bisa mengidentifikasi artikel dan topik yang berpotensi palsu.

Termasuk, laman URL yang tampak mencurigakan dan headline berita yang menyesatkan. Kurikulum Google juga bakal mengajarkan anak-anak untuk lebih berpikir kritis, dapat menemukan sumber berita yang kredibel, serta lebih bertanggung jawab ketika membagikan sesuatu secara online.

{Baca juga: Google Ajari Anak Lebih Cerdas Pakai Internet Lewat Game}

Google bukan kali pertama mengajak anak-anak untuk cerdas berinternet. Tahun 2017 lalu, Google merilis game interaktif khusus untuk anak bernama Interland. Game ini  membantu anak-anak untuk mengetahui segala hal soal internet, terutama soal masalah keamanan berinternet.

Seperti misalnya mengetahui apa itu phishingcyber bullying, dan masalah soal internet lainnya. Menariknya, Google mengemas “pelajaran” ini dalam bentuk game interaktif.

Terdapat lima fokus utama yang akan diajarkan, yakni Be Internet Smart yang lebih menekankan menggunakan internet dengan penuh kehati-hatian dan Be Internet Alert yang lebih menekankan untuk tidak terpengaruh berita palsu.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

Kemudian ada Be Internet Strong yang mengharuskan anak-anak mengamankan rahasia mereka seperti data pribadi dan lainnya, Be Internet Kind yakni menjadi pengguna internet yang menyenangkan dengan menyebarkan hal-hal positif, serta Be Internet Brave yakni haruslah berani membicarakan sesuatu yang dirasa salah kepada orang tua. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here