telset

Kominfo: Tak Perlu Dipenjara, Cukup Dijelaskan Soal Sertifikasi

Jakarta – Ditangkapnya dua pemuda, Randy dan Dian oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu karena menjual iPad melalui situs online Kaskus dianggap terlalu berlebihan. Pihak kepolisian tidak bisa langsung menangkap orang yang membawa perangkat telekomunikasi yang belum memiliki sertifikasi, karena justru melanggar HAM.

Demikian ditegaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto. Menurutnya, polisi tidak harus main tangkap, apalagi diproses ke pengadilan dan memenjarakan keduanya.

Pihak kepolisian seharusnya tidak main tangkap dan memenjarakan orang seperti kasus ini. Aparat kepolisian tidak bisa memeriksa sertifikat perangkat yang dimiliki setiap orang, apalagi main tangkap, itu namanya sudah melanggar hak asasi, ujar Gatot saat dihubungi telsetnews di Jakarta, Sabtu (2/7).

Menurutnya, memang sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 29 Tahun 2008 tentang sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi, telah diatur bagi para importir, distributor, dan penyalur untuk mendapatkan sertifikasi sebelum menjual kepada konsumen.

Peraturan ini dibuat memang untuk memberikan kepatuhan hukum bagi mereka tadi. Tetapi bukan berarti aparat hukum bisa mencek langsung sertifikat kepada user, karena mereka tak perlu memegang sertifikat, terang pria ramah itu.

Dalam kasus ini, lanjut Gatot, pihak kepolisian juga tak perlu menangkap keduanya yang melakukan jual beli secara online di Kaskus, apalagi sampai menyamar sebagai pembeli. Mereka tak perlu ditangkap, cukup diarahin untuk melakukan proses sertifikasi dulu, tandas Gatot.

Ia pun menjelaskan pihaknya sering melakukan razia di sentra-sentra ponsel dan peralatan komunikasi, yang bertujuan untuk mengarahkan mereka melakukan proses sertifikasi dulu kalau memang ada perangkat yang dijual belum memiliki sertifikat.

Gatot juga mencontohkan, biasanya kalau kita sedang berada di bandara di luar negeri, Singapura misalnya, kita suka mendapat pemeriksaan dari pihak bea cukai. Dan jika kita kedapatan membawa ponsel atau perangkat komunikasi lainnya saat diperiksa dan perangkat tersebut tak memiliki sertifikat, maka perangkat itu yang ditahan, bukan orangnya. Karena memang user tak perlu memegang sertifikat, papar Gatot.

Jadi menurut kami, kedua pemuda tadi (Randy dan Dian) tak perlu ditangkap apalagi sampai diancam hukuman 5 tahun penjara. Karena mungkin mereka belum tahu peraturannya, makanya cukup diberi arahan untuk melakukan sertifikasi dulu, tukasnya.

Seperti diketahui, kasus ini berawal saat Randy dan Dian menawarkan produk iPad di forum jual beli di situs Kaskus. Setelah mereka mendapatkan calon pembelinya, maka mereka pun sepakat bertemu untuk transaksi barang di Mall City Walk, Tanah Abang, Jakarta tanggal 24 November 2010. Namun setelah bertemu, bukan proses transaksi yang terjadi, keduanya justru ditangkap petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya yang bernama Eben Patar Opsunggu yang menyamar sebagai pembeli.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, keduanya didakwa telah melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU No 8/ 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia. Dan Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi. Keduanya diancam pidana penjara selama 5 tahun. [hbs]

{jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0