Kominfo: Isu Hujan Radiasi Nuklir Tidak Benar

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan kondisi akses telekomunikasi domestik Indonesia tidak mengalami gangguan pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami yang melanda sebagian wilayah Jepang. Masyarakat juga diminta untuk tidak menanggapi isu soal hujan nuklir™ yang disebar lewat BBM atau SMS.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto mengatakan, tiga hari pasca terjadinya musibah tersebut, akses telekomunikasi domestik di Indonesia tidak mengalami persoalan. Demikian pula dengan akses telekomunikasi ke arah Tokyo dan sekitarnya masih relatif normal

Meskipun pada awalnya terkendala akses telekomunikasi yang mengarah ke daerah-daerah yang langsung diterjang tsunami, namun pada saat ini kondisi akses relatif sudah mulai membaik, ujar Gatot dalam keterangan resminya yang diterima Telsetnews di Jakarta, Selasa (15/3).

Menurut Gatot, kondisi tersebut diharapkan dapat mem-back up komunikasi internal tim penanganan bencana Jepang, khususnya membantu memperlancar komunikasi Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Tokyo dalam melakukan evakuasi.  Kemenkominfo terus melakukan monitoring terhadap proses tanggap darurat  pada aspek layanan telekomunikasi di Jepang, jelasnya.

Sementara itu, terkait beredarnya hoax lewat SMS atau BBM soal isu yang menyebutkan adanya radiasi akibat meledaknya reaktor nuklir di Jepang akan berimbas ke Indonesia melalui curah hujan yang mengandung zat radioaktif yang membahayakan kesehatan masyarakat. Berita itu sama sekali tidak benar, tegas Gatot.

Dia menuturkan, berdasarkan informasi dari BATAN, radiasi yang keluar dari dua reaktor tersebut berkonsentrasi rendah dan paling jauh terdistribusi pada radius 20 km dari reaktor nuklir tersebut, sehingga zat radioaktif tidak akan terbawa curah hujan sampai wilayah  Indonesia.

Dihimbau pada masyarakat untuk tidak turut menyebarkan SMS tersebut ataupun melalui jejaring sosial, karena jika tidak terbukti dan hanya mendistribusikan informasi berita bohong yang menyesatkan, pinta dia. [hbs]{jcomments on}

Previous articleTri Perluas Cakupan Layanan Data
Next articleOlympus TG 810, Kamera sang Petualang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here