Kominfo: BRTI Jangan Seperti Petugas Pemadam Kebakaran

Jakarta – Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dinilai sangat lemah dalam melakukan fungsinya sebagai lembaga yang mengawasi para operator telekomunikasi dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia. BRTI selama ini bekerja seperti petugas pemadam kebakaran, mulai bertindak setelah kasusnya telah menjadi besar.

Kasus pencurian pulsa yang sekarang marak terjadi sebenarnya bukan barang baru™. Karena praktek tipu-tipu dari para content provider (CP) ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Namun, BRTI terlihat tak peduli dengan para operator yang menutup mata soal kasus pencurian pulsa yang dilakukan para CP nakal.

Padahal seharusnya BRTI sebagai wakil regulator salah satu fungsinya adalah melakukan pengawasan kepada operator telekomunikasi. Namun sayangnya, BRTI terlihat tak berdaya menghadapi para operator.

Maka tidak heran jika beberapa waktu yang lalu, pengurus Indonesia Mobile and Online Content Provider Association (IMOCA) menuding maraknya kasus pencurian pulsa yang diduga dilakukan oleh CP menunjukkan BRTI mandul dan tidak efektif.

Kami melihat selama ini tugas pengawasan yang menjadi kewajiban BRTI tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga praktik yang merugikan masyarakat itu seperti terus dibiarkan terjadi, tegas Ketua IMOCA, Haryawirasma kepada Telsetnews di Jakarta beberapa hari yang lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Informasi dan Humas Kominfo, Gatot S Dewabroto mengakui, sampai saat ini memang Kominfo belum mendapat data yang menunjukan BRTI pernah melakukan teguran kepada operator terkait kasus pencurian pulsa.

Sejauh ini kami memang tidak punya datanya, apakah BRTI telah melakukan teguran kepada pihak operator soal kasus pencurian pulsa. Karena selama ini memang teguran hanya bersifat pelanggaran teknis saja, tapi kalau yang sifatnya sosial seperti kasus ini memang belum pernah dikeluarkan teguran ujar Gatot saat dihubungi Telsetnews, Kamis (6/10) kemarin.

Gatot menyebutkan, seharusnya BRTI bisa lebih ketat mengawasi kasus ini sejak awal, sehingga tidak hanya seperti petugas pemadam kebakaran™, yang bekerja setelah kejadiannya menjadi besar seperti sekarang.

Sebenarnya para operator sudah sering bolak-balik dipanggil dan diperingatkan soal kualitas layanan, dan mereka juga selalu menyatakan akan menjaga kualitas layanan mereka. Tapi pada prakteknya kasus pencurian pulsa malah semakin banyak, keluh Gatot.

Karena dari data yang dimiliki BRTI, kasus pengaduan pelanggan yang masuk ke BRTI, 37% isinya adalah soal kasus pencurian pulsa (kasus sulit unreg). Oleh sebab itu, BRTI seharusnya bisa memberikan peringatan yang lebih keras kepada operator. Bila perlu hukumannya diperberat, tidak cuma berupa teguran, usulnya.

Kominfo sendiri menurutnya, tidak akan berkompromi dengan pihak operator kalau mereka jelas-jelas melakukan pelanggaran. Bahkan, Kominfo tidak ada urusan dengan dampak yang dirasakan operator berupa turunnya index saham mereka jika perusahaannya tersangkut satu kasus.

Kami tidak ada urusan dengan saham mereka yang jeblok gara-gara tersangkut kasus. Selama ini kalau memang ada operator yang nakal, kami akan memberikan hukuman sesuai peraturan yang belaku, dan akan kami publish ke media tanpa ada yang ditutup-tutupi, tegas Gatot.

Ia juga mengatakan, dari hasil pertemuan beberapa hari yang lalu dengan pihak operator, Kominfo tidak mau percaya begitu saja atas laporan dan janji-janji para operator, karena pada kenyataannya kasus ini masih terus terulang.

Kita lihat saja kedepannya, apakah memang benar mereka (operator telekomunikasi, red) tidak sengaja melakukannya seperti yang diakui dalam pertemuan kemarin. Kalau masih terulang lagi, tidak tertutup kemungkinan kami akan memperberat hukumannya, pungkasnya.

Gatot pun mengakui, peraturan yang ada saat ini sudah harus direvisi, karena perkembangan teknologi sangat pesat, sehingga terkadang membuat peraturan atau UU yang mengaturnya terlihat ketinggalan jaman.

Saat ini kami memang sedang merancang UU yang baru, tapi memang masih digodok pada tahapan lintas departemen. Draft-nya belum sampai ke DPR, ungkap Gatot.[hbs]{jcomments on}

Previous articleAXIS Tak Terlalu Tertarik Jualan BlackBerry
Next articleLG Gaet Jil Sander Merancang Fashion Phone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here