telset

Kominfo akan Panggil RIM Jelaskan Ricuh Antrian BlackBerry

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana akan menggelar pertemuan dengan pihak Research in Motion (RIM). Kasus ricuhnya antrian penjualan BlackBerry 9790 pada pekan lalu disebut termasuk dalam agenda pertemuan tersebut.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S Dewa Broto, pertemuan Kominfo dengan RIM pada pekan depan mengagendakan sejumlah hal yang menjadi kewajiban perusahaan asal Kanada itu kepada Indonesia. Namun diakui Gatot, pihaknya juga akan meminta klarifikasi soal kasus ricuhnya  penjualan perdana BlackBerry Bellagio pada akhir pekan lalu.

Kami memang sudah mengagendakan untuk bertemu dengan pihak RIM. Salah satu agenda yang akan dibicarakan adalah soal klarifikasi kasus ricuhnya penjualan BlackBerry pekan lalu, kata Gatot di Jakarta, Selasa (29/11).

Gatot membantah jika disebutkan pertemuan itu digelar dadakan sesudah kejadian ricuh tersebut. Tidak benar kalau dibilang mendadak, karena sebenarnya agenda pertemuan itu sudah dijadwalkan jauh hari sebelum terjadinya kericuhan penjualan ponsel pintar besutan RIM itu, tandasnya.

Namun, karena belakangan terjadi peristiwa itu, maka pihak Kominfo memutuskan untuk sekalian meminta klarifikasi dari RIM soal peristiwa kericuhan penjualan BlackBerry murah™ pada akhir pekan lalu itu.

Kebetulan saja waktunya, maka kami sekalian menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta klarifikasi soal bagaimana cerita itu bisa terjadi. Karena kami sebagai regulator, kami berhak mengetahui, walaupun kasusnya tetap ditangani aparat kepolisian,” katanya.

Selaku regulator, Kominfo berharap dengan adanya pertemuan itu bisa lebih menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. Selain itu, tutur Gatot, pihaknya juga akan meminta RIM ke depannya bisa menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran, agar tidak menjadi preseden buruk bagi dunia telekomunikasi di Indonesia.

Gatot sendiri sangat menyayangkan peristiwa itu sampai terjadi, dan meminta RIM agar tidak sembarangan menggarap pasar Indonesia yang dinilainya sebagai captive and potential market™.

“Jujur saja kami sangat prihatin dengan kajadian tersebut, sebagai regulator kami berharap jangan mentang-mentang pasarnya captive kemudian menjadi sembarangan,” ketusnya.

Seperti diketahui, pada akhir pekan lalu RIM menggelar acara penjualan BlackBerry Bold 9790 yang didiskon 50 persen. Begitu tingginya minat pembeli untuk mendapatkan perangkat tersebut, mengakibatkan terjadi kericuhan pada antrian pembeli yang mencapai ribuan orang tersebut. Akibatnya, sebanyak 90 orang terluka akibat berdesak-desakan.[hbs]{jcomments on}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0