telset

Kicauan Sang Presiden Blogger

Enda Nasution  |  Managing Director Salingsilang.com

 

Walaupun menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil dari ITB, namun pria kelahiran Bandung 29 Juli 1975 ini tidak pernah bekerja dibidang teknik sipil sejak dari lulus kuliah hingga sekarang. Cita-citanya sejak kecil memang sudah sedikit nyeleneh dibanding anak-anak kecil seusianya saat itu, yakni ingin menjadi penulis.

Oleh kedua orang tuanya, ia diberi nama Enda Nasution. Hobinya akan membaca buku dan menulis sejak kecil telah mengantarkannya sebagai Presiden Blogger Indonesia™. Nama Enda Nasution memang sudah sangat familiar bagi mereka yang aktif di jagat dunia maya di Indonesia. Ia dijuluki Presiden Blogger atau Bapak Blogger Indonesia. Julukan itu sebenarnya awalnya hanya candaan teman-teman blogger, tapi sampai sekarang masih tidak hilang, ujar mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil ITB ini.

Enda memang bisa disebut sebagai sosok penting di negeri ini yang mengenalkan penggunaan blog sebagai media personal di Indonesia. Sebuah tulisan panjangnya di awal tahun 2000-an yang berjudul Apa itu Blog™ telah menjadi bacaan wajib dan dijadikan referensi banyak orang yang ingin mengenal ataupun membuat blog.

Tertarik akan sosok pria bersahaja ini, Telset coba menghubunginya via ponsel untuk mengatur janji bertemu di kantornya di Jalan Langsat I, Kebayoran Baru Jakarta Selatan atau banyak yang mengenalnya sebagai markas besarnya Komunitas Langsat™. Kira-kira selepas magrib, kami pun akhirnya bertemu dan ngobrol seputar kehidupan pribadinya, blog, dan juga soal perkembangan social media (socmed) di Tanah Air. Berikut petikan kicauan™ sang presiden blogger.

Anda seorang sarjana teknik sipil, namun lebih tertarik menjadi seorang penulis. Kenapa?

Saya memang sejak kecil sudah memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia membaca dan menulis. Saya sejak kecil suka menulis di buku harian dan memang bercita-cita menjadi seorang penulis. Sejak di sekolah dasar, saya suka menulis di buku harian dan mengumpulkan potongan gambar koran, menempelkannya di buku, lalu saya jadikan majalah™ pribadi, ujar Enda mengisahkan masa-masa kecilnya.

Sejak kapan Anda mengenal dan mempunyai ide bikin blog?

Sebelum membuat blog, saya sudah belajar bikin web sendiri pada saat masih kuliah di ITB tahun 1994-1999. Saat itu internet baru masuk Indonesia, jadi masih sangat terbatas. Saya kemudian belajar programing sendiri dan mencoba membuat web pribadi. Setelah lulus kuliah tahun 1999, saya diterima bekerja di perusahaan agency periklanan Ogivily & Mather sebagai copy writer hingga tahun 2002. Saat bekerja di Ogilvy itulah saya baru bisa merasakan akses internet lebih bebas.

Saya pertama tertarik pada blog setelah melihat blog milik orang lain, yang  kebanyakan blog dari luar negeri. Waktu itu kebetulan saya sedang mencari format yang paling enak untuk mem-publish tulisan saya. Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu blog, yang kemudian saya nilai bisa menjadi besar. Akhirnya saya mencari semua informasi tentang blog dan merangkumnya dalam satu tulisan panjang berjudul Apa itu Blog™. Dalam tulisan itu saya menerangkan secara jelas apa itu blog, baik dari sisi teknis, budaya, dan penggunaannya, terang pria yang pernah masuk dalam list The Hottest Creative Person se-Asia oleh Campaign Brief Asia untuk tahun 2002 dan 2003 ini.

Bisa Anda ceritakan awalnya blog tumbuh di Indonesia?

Pada awalnya sekitar tahun 2001 di Indonesia yang ngeblog masih bisa dihitung dengan jari, karena jumlahnya masih dibawah seratusan orang. Mereka tersebar di Yogya, Bandung, dan Jakarta. Tapi minimal kita satu sama lain saling kenal, ucap Enda menerangkan. Menurutnya, ketika itu para blogger masih belum banyak yang menekuninya secara serius. Ada yang cuma untuk main-main atau yang sekedar untuk gaya hidup, imbuhnya. Tapi kini perkembangan blog di Indonesia sangat luar biasa, dimana sampai Januari 2011 lalu saja sudah ada sekitar 4 jutaan blog di Indonesia. Tahun ini kami perkirakan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 5  juta blog, ungkap suami dari Nita Yuanita ini.

Anda melihat perkembangan blog di Indonesia seperti apa?

Saya lebih tertarik melihatnya sebagai sesuatu yang revolusioner dibidang media. Blog kini sebagai personal publishing atau biasa diistilahkan sebagai personal media. Kalau dulu media dimiliki oleh lembaga-lembaga saja, sekarang setiap orang bisa menjadi medianya sendiri, jelas kontributor di Global Voices Online, sebuah proyek dari Harvard Law School.

Menurut Anda tulisan yang bagus itu yang bagaimana?

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan,Jangan tunjukan apa yang kamu tahu, tapi tunjukanlah apa yang kamu imajinasikan. Maksud dari nasihat ini adalah, informasi sebagai sebuah informasi saja hanya akan sama value-nya dengan informasi yang lain. Tapi bila pada informasi itu ada nilai tambahnya sebagai konteks, maka informasi itu akan memiliki value. Biasanya di dalam penulisan blog itu disebut dengan personaliti, ujar Ayah satu anak yang juga berprofesi sebagai konsultan, speaker, trainer, dan penulis.

Lalu blog yang bagus menurut Anda seperti apa?

Sebenarnya masing-masing blogger punya gayanya masing-masing, dan memang tidak ada aturan yang baku. Tapi menurut saya, blog yang bagus adalah, Pertama, harus informatif, karena orang selalu ingin mencari yang informatif. Lalu yang Kedua, spesifik. Blog yang terlalu general akan tidak berguna karena menjadi samar atau kurang jelas. Kemudian yang Ketiga, ada unsur personaliti. Karena menulis di blog itu sedikit berbeda dengan di media umum (koran, majalah,dll) yang harus obyektif, sementara kalau di blog justru harus subyektif.

Kenapa saya bilang menulis di blog yang bagus itu harus subyektif, karena kita harus melihat dari kacamata si bloger tersebut. Karena blog adalah merupakan personal media, jadi harus berbeda dengan media umum. Dan blog akan semakin menarik jika ada sentuhan personal pada tulisan yang disajikan.

Bagaimana tanggapan Anda soal fenomena demam™ socmed saat ini?

Saya melihat fenomena ini dari sudut pandang positif. Artinya, bagi saya bloger terlihat menjadi lebih istimewa, karena yang masih menulis di blog itu adalah mereka yang memiliki kemampuan lebih atau waktu yang lebih. Karena tidak semua orang memang bisa punya blog sendiri, ujar Enda dengan wajah sumringah.

Selain itu, dengan adanya socmed seperti sekarang justru membantu para blogger dalam hal melakukan sharing, karena outlet-nya menjadi lebih banyak dan gampang. Karena dengan kehadiran socmed, kita menjadi lebih mudah mempublikasikan tulisan kita yang ada di blog. Sekarang kalau ada tulisan baru di blog, saya tinggal posting saja di akun Facebook atau Twitter saya, tutur ayah Gala Nasution ini sambil menyeruput teh manis hangatnya.

Kenapa jumlah pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia banyak?

Ada beberapa faktor, tapi yang utama karena pertumbuhan ekonomi di negara kita semakin baik, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli barang selain kebutuhan primer, seperti ponsel dan laptop/tablet. Selain itu, karena sekarang harga gadget (ponsel/komputer) dan akses seluler dan internet di Indonesia sudah semakin murah. Tapi saya lebih tertarik melihatnya dari sudut pandang sosial budaya di Indonesia yang sifatnya lebih komunal.

Di Indonesia hubungan sosial sangat penting. Baik itu di lingkungan keluarga atau pertemanan, jelasnya memaparkan. Jika dulu, lanjut Enda, kita dan teman atau keluarga suka ngumpul-ngumpul nongkrong sambil ngobrol-ngobrol di sekolah, warung atau di gang-gang kampung, kini mereka beralih secara digital lewat socmed seperti Facebook atau Twitter.

Sekarang banyak perusahaan yang memanfaatkan socmed. Bagaimana menurut Anda?

Manurut saya sebenarnya semua berangkat dari kebutuhan. Apakah memang benar-benar perusahaan tersebut sudah butuh socmed atau tidak. Jadi jangan cuma karena ingin mengikuti trend saja, lalu terjun menggunakan socmed, tukas peraih Indonesian Ad Award untuk iklan Dancow dan Sampoerna A Mild ini.

Salah satu cara mengukur apakah perusahaan itu butuh socmed atau tidak,  adalah dengan cara melihat audiens mereka banyak menggunakan socmed atau tidak. Karena kalau memang banyak audiens-nya yang bisa mempengaruhi mereka ada di socmed, maka mereka harus berada disitu juga. Yang saya maksud audiens di sini adalah, anak-anak muda yang 90 persen berumur dibawah 35 tahun dan hidup di kota besar, jelas Managing Director Salingsilang.com ini.

Sebenarnya apa yang bisa dimanfaatkan suatu perusahaan dalam penggunaan socmed?

Ada beberapa manfaat yang bisa digunakan. Pertama, socmed bisa membantu meningkatkan awareness diantara audiens kita. Misalnya dulu banyak hal yang kita tidak tahu tentang audiens kita, sekarang dengan menggunakan socmed, kita bisa menjadi tahu. Kedua, bisa untuk mengubah persepsi. Artinya, kita bisa mengubah persepsi audiens kita yang mungkin sebelumnya salah karena belum kenal. Dan yang Ketiga, socmed bisa mempengaruhi para influencers. Kebanyakan influencers di sini adalah jurnalis yang memberitakan apa yang ada di socmed kepada mereka yang belum menggunakan internet.

Apakah blog bisa menghasilkan uang bagi pemiliknya?

Kita tidak akan mendapatkan uang dari blog, tapi kita bisa mendapatkan uang karena blog, ucap Enda menegaskan. Artinya, blog hanya sebagai portfolio kita, atau bisa dibilang blog adalah sebagai etalase tentang siapa diri kita. Sehingga orang bisa menghasilkan uang dari blognya, misalnya dengan cara ditawari menulis buku, menjadi konsultan, menjadi pembicara, atau bisa juga diikutkan dalam sebuah proyek. Jadi blog di sini menjadi marketing tools bagi diri kita sendiri, pungkasnya.

Kini kepak sayap Sang Presiden Blogger semakin lebar, setelah ia pada 2011 lalu menggagas berdirinya situs Salingsilang.com, yakni sebuah situs yang menyediakan informasi terkini tentang apa yang sedang dipercakapkan di berbagai kanal media sosial yang tersedia di Indonesia. Sampai saat ini telah ada sekitar 30-an situs komunitas yang bergabung di dalamnya, seperti Dagdigdug.com, Politikana.com, Ngerumpi.com, CuriPandang.com, BicaraFilm.com, B2W-Indonesia.or.id, Tentukan.com, dll.

Dan tak hanya melulu mencari profit dari aktifitasnya, Enda pun bersama kawan-kawannya di Salingsilang.com atau yang lebih dikenal sebagai Komunitas Langsat™, secara aktif menggagas kegiatan sosial yang insidental maupun rutin. Beberapa aktifitas yang pernah dan masih berjalan hingga kini antara lain, Koin Keadilan Prita, Pos Langsat, Obrolan Langsat, dan SocMedFest. [Bayu Sadewo]

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0