Kesandung Cambridge Analytica, Facebook “Cuma” Didenda Rp 9,7 Miliar

Telset.id, Jakarta – Komisi Informasi Inggris (ICO) menjatuhkan denda pada Facebook sebesar 500.000 Pound atau sekitar Rp 9,7 miliar, karena kasus bocornya data pengguna oleh Cambridge Analytica beberapa waktu lalu. Denda tersebut dianggap sangat kecil, jika diukura dari kesalahan yang dilakukan perusahaan sekaliber Facebook.

“Kami menganggap kontroversi ini sangat serius sehingga kami menerapkan hukuman maksimum di bawah undang-undang sebelumnya,” kata Kepala Kantor ICO, seperti dilansir The Verge, Minggu (28/10/2018).

Dengan besaran yang dinilai sangat sedikit, nampaknya denda itu tidak akan membuat pengaruh apapun bagi Facebook, karena apabila dihitung dari penghasilan perusahaan, denda ini bisa didapat Facebook kurang dari 15 menit saja.

Seperti diketahui, raksasa jejaring sosial asal Amerika Serikat (AS) tersebut menghasilkan laba hingga US$ 5,1 miliar atau mencapai Rp 77,6 triliun pada kuartal ke-3 tahun ini atau hampir 9 kali lipat denda itu.

Tetapi perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini mungkin belum bisa bernafas lega karena mereka bisa mendapat denda yang jauh lebih besar jika mengulangi kesalahan yang sama berdasarkan regulasi anyar Uni Eropa.

ICO sudah mencatat bahwa Facebook sudah terikat oleh aturan perlindungan data Eropa (GDPR) ketika mengumumkan denda tersebut. Dengan aturan GDPR maka Facebook bisa dijerat denda hingga US$ 22 juta atau setara Rp 334 miliar atau lebih dari 55 kali lipat denda saat ini.

Sebelumnya Cambridge Analytica membantah tidak melakukan sesuatu yang ilegal. Mereka mengklaim memperoleh data tentang pengguna Facebook dan tidak secara ilegal atau tidak tepat meraup dan berbagi data. Cambridge juga memastikan hanya mengumpulkan data dengan persetujuan.

Cambridge mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan data GSR selama pemilihan presiden AS atau referendum Brexit Inggris. Di AS, Cambridge berkilah mengandalkan data dari RNC, registri pemilih, perantara data komersial dan data konsensus. [WS/HBS]

Sumber: The Verge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here