📑 Daftar Isi

Kemkomdigi Lacak Sinyal Perangkat Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kemkomdigi Lacak Sinyal Perangkat Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanfaatkan jaringan operator seluler dan sistem pemantauan frekuensi untuk melacak sinyal perangkat telekomunikasi milik lima jurnalis dan tiga warga yang hilang di perairan Selat Sunda. Langkah ini menjadi upaya teknologi utama dalam operasi pencarian yang memasuki hari kelima, Sabtu (12/9/2026), setelah rombongan tersebut hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Kemkomdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau Base Transceiver Station (BTS) yang ada di sekitar Selat Sunda. Pemantauan itu mencakup wilayah Banten maupun Lampung.

“Kemkomdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” kata Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Selain memantau BTS, Kemkomdigi mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di wilayah Banten dan Lampung untuk melacak sinyal telekomunikasi yang terdeteksi di area pencarian. Nezar menyebut pengecekan dilakukan terus-menerus terhadap setiap sinyal yang tertangkap.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” ujarnya.

Kontak Terakhir Terdeteksi di Pulau Sebesi

Informasi dari operator seluler mengenai aktivitas telekomunikasi di area pemantauan diteruskan kepada tim SAR agar menjadi masukan dalam upaya menemukan lokasi terakhir delapan warga yang hilang. Berdasarkan hasil pelacakan, kontak komunikasi terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, yang berada di dekat Gunung Anak Krakatau.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” kata Nezar.

Pemantauan jejak komunikasi dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai rombongan yang hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda. Rombongan itu terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan seorang pemandu. Mereka berada di perairan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pada hari kelima pencarian, Sabtu, area penelusuran diperluas. Tim SAR Banten didukung personel TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter untuk menelusuri titik-titik tempat mereka kemungkinan berada. Dukungan konektivitas dalam operasi ini sejalan dengan langkah Kemkomdigi Perkuat Konektivitas yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung pencarian.

Nezar menyatakan pencarian akan terus dilakukan bersama seluruh pihak yang terlibat. Ia juga meminta dukungan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses pencarian delapan warga yang berada di perairan Selat Sunda berjalan lancar.

“Kita terus memantau, terus mencari, dan sama-sama kita berdoa,” kata Nezar.

“Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar dalam proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” ujarnya.

Kemkomdigi Pantau Ruang Digital dan Imbau Verifikasi Informasi

Selain melacak sinyal perangkat, Kemkomdigi memantau informasi yang beredar di ruang digital berkenaan dengan insiden hilangnya rombongan jurnalis dan warga di perairan Selat Sunda. Nezar mengimbau warga memverifikasi informasi yang beredar di platform digital serta menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.

Imbauan tersebut menegaskan peran pengawasan ruang digital yang menjadi bagian dari kerja Kemkomdigi, sejalan dengan langkah pengawasan yang juga dilakukan dalam konteks lain, seperti Awasi Operator Seluler terhadap layanan publik. Pemantauan ini penting agar informasi yang tidak terverifikasi tidak mengganggu operasi SAR di lapangan.

Dari sisi kinerja institusi, operasi pencarian ini berjalan di tengah sejumlah program prioritas Kemkomdigi sepanjang 2026, termasuk upaya menjaga target sektor digital nasional yang tetap berjalan sesuai rencana. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel Efisiensi Anggaran Kemkomdigi, kementerian tetap mengupayakan layanan dan pengawasan berjalan tanpa gangguan.

Kombinasi pelacakan BTS, pemantauan spektrum frekuensi radio, dan pengawasan ruang digital menunjukkan bahwa infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu tulang punggung operasi SAR di wilayah perairan. Informasi mengenai kontak terakhir di Pulau Sebesi menjadi salah satu petunjuk konkret yang diteruskan kepada tim SAR untuk mempersempit area pencarian.

Hingga hari kelima, tim SAR gabungan masih mengerahkan 14 kapal dan satu helikopter untuk menelusuri titik-titik yang mungkin menjadi lokasi keberadaan lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan seorang pemandu tersebut. Kemkomdigi menegaskan pemantauan sinyal dan frekuensi akan terus dilakukan selama operasi pencarian berlangsung.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.