Kemelut Domain .xxx

Brussels – Bukan dunia maya kalau domain .xxx  tidak ramai dibicarakan di forum-forum internet. Domain .xxx sejatinya sudah disetujui untuk diisi dengan situs-situs berkonten dewasa oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) pada konfrensi di Brussels. ICANN menilai persetujuannya terhadap domain .xxx akan mempermudah penyaringan konten yang berbau porno.

Seperti dikutip Telsetnews dari BBC, Stuart Lawley, Chairman ICM, menyambut baik keputusan itu dan mengatakan, ini adalah berita besar bagi mereka yang ingin mengkonsumsi, atau menghindari, konten dewasa.” Hingga berita diturunkan, ICM mengatakan, telah lebih dari 110.000 pre-order untuk domain xxx.

Sebelumnya, kontroversi penangkalan domain porno menuai berbagai kemelut. Beberapa anggota dewan di Amerika mengatakan bahwa mereka secara pribadi tidak nyaman dengan keputusan menyetujui xxx. Walaupun begitu, mereka tetap tidak bisa memblokir karena ICM mengikuti aturan ICANN dalam menyiapkan domain baru.

Persetujuan awal untuk xxx diberikan pada tahun 2005 namun hal ini dibatalkan karena menuai protes kelompok politik konservatif. ICANN juga mengatakan khawatir bahwa akan dimintai untuk mengawasi konten padahal peran tersebut bukanlah ranah mereka.

Kemudian pada bulan Februari 2010, sebuah panel hakim AS mengatakan ICANN keliru membatalkan persetujuan tersebut. ICANN menerima putusan itu dan memulai proses konsultasi publik mengenai apakah domain harus disetujui. Domain xxx pun akhirnya disetujui.

Beberapa jam setelah keputusan dilayangkan, pro dan kontra pun menghampiri ICANN. Menurut pada kritikus, terbukanya kepemilikan domain .xxx, meski untuk memiliki domain tersebut harus merogoh kocek lebih dari USD60, akan meningkatkan pertumbuhan situs porno di dunia maya.

Saya rasa ini adalah keputusan paling bodoh dan akan menumbuhkembangkan situs porno di internet hingga menjadi lebih banyak lagi, ujar Craig Gross, co-founder dari xxxchurch.com, sebuah lembaga yang membantu orang-orang yang ketagihan pornografi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Previous articlePhenom II Black Edition, Senjata Baru AMD
Next articleTiga Aplikasi Android Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here