Menteri Identitas dan Budaya Kanada Marc Miller memberikan pernyataan dalam konferensi pers Safe Social Media Act

Kanada Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Kanada perkenalkan Safe Social Media Act yang larang anak di bawah 16 tahun punya akun media sosial
  • Regulasi juga atur ekspektasi keamanan untuk layanan chatbot AI
  • Platform wajib hapus deepfake dan konten eksploitasi anak
  • Chatbot AI tidak dilarang untuk anak, tapi harus mitigasi konten berbahaya
  • Komisi Keamanan Digital Kanada dibentuk untuk menegakkan peraturan
  • Kanada bergabung dengan Australia, Indonesia, dan Malaysia dalam larangan serupa

Telset.id – Kanada resmi memperkenalkan Undang-Undang Media Sosial yang Aman (Safe Social Media Act) yang melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial. Regulasi ini juga memberlakukan ekspektasi keselamatan baru bagi layanan chatbot AI.

Langkah ini menjadikan Kanada bergabung dengan Australia, Indonesia, dan Malaysia dalam melarang remaja menggunakan media sosial. RUU tersebut diperkenalkan oleh Marc Miller, Menteri Identitas dan Budaya Kanada, pada 10 Juni 2026.

Di bawah undang-undang ini, platform media sosial diwajibkan untuk merancang produk mereka agar lebih aman bagi anak-anak. Platform juga diharapkan dapat menghapus deepfake dan konten yang “menjadi korban seksual anak atau mengorbankan kembali korban selamat.”

Canadian Minister Marc Miller being interviewed during press conference.

Pengenalan label untuk konten AI, metode pelaporan materi berbahaya yang jelas, dan alat untuk memblokir pengguna juga diharapkan dapat mencegah paparan lebih lanjut terhadap konten berbahaya. Regulasi ini menargetkan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.

Sementara media sosial dibatasi usia oleh RUU tersebut, layanan chatbot AI tidak akan terkena pembatasan usia yang sama. “Chatbot tidak dipelajari sebaik bahaya yang disebabkan oleh platform media sosial,” kata Miller saat konferensi pers mengumumkan RUU tersebut. “Mereka tidak memiliki peran sosial yang sama.”

Meskipun demikian, Safe Social Media Act juga mencakup bahasa seputar “layanan chatbot AI,” yang tampaknya sebagai respons terhadap penanganan OpenAI atas insiden penembakan Tumbler Ridge. Sebagai bagian dari RUU, platform AI diharapkan dapat mengurangi risiko chatbot “mengomunikasikan konten berbahaya” dan terlibat dalam perilaku berbahaya.

Platform AI juga diharapkan memperkenalkan “tindakan darurat” untuk menangani situasi krisis. Detail tentang apa yang diharapkan dari platform selain persyaratan usia 16 tahun akan ditetapkan oleh Komisi Keamanan Digital Kanada, menurut Miller.

Komisi ini merupakan badan yang baru dibentuk melalui Undang-Undang Komisi Keamanan Digital Kanada yang terpisah. Komisi akan menegakkan peraturan dan juga dapat memberikan pengecualian jika mereka yakin suatu platform memiliki “perlindungan yang memadai” untuk anak-anak.

Langkah Kanada ini mengikuti jejak negara-negara lain yang telah lebih dulu menerapkan pembatasan serupa. Australia, Indonesia, dan Malaysia sebelumnya telah memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi remaja di bawah usia tertentu.

Peraturan ini menandai langkah signifikan dalam perlindungan anak di ranah digital. Pemerintah Kanada menunjukkan komitmen kuat untuk mengatasi dampak negatif media sosial terhadap perkembangan anak dan remaja.

Marc Miller menekankan bahwa RUU ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal tanpa menghambat inovasi. Pendekatan berbeda terhadap chatbot AI menunjukkan pemahaman bahwa teknologi yang berbeda memerlukan regulasi yang berbeda pula.

Meskipun chatbot AI tidak dilarang untuk anak di bawah 16 tahun, platform AI tetap diharuskan memitigasi risiko komunikasi konten berbahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Kanada tetap waspada terhadap potensi bahaya dari teknologi AI.

Pembentukan Komisi Keamanan Digital Kanada menjadi kunci dalam implementasi regulasi ini. Komisi akan memiliki wewenang untuk menetapkan standar keamanan yang lebih rinci di masa mendatang.

Komisi juga dapat memberikan pengecualian bagi platform yang dianggap memiliki perlindungan memadai untuk anak-anak. Fleksibilitas ini penting untuk mengakomodasi platform yang telah menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat.

Langkah Kanada ini juga relevan dengan perkembangan teknologi AI di berbagai sektor. Seperti yang terlihat dalam masalah keamanan AI, regulasi yang tepat sangat diperlukan untuk melindungi pengguna.

Di sisi lain, Kanada juga menghadapi tantangan hukum terkait AI. Koalisi media Kanada sebelumnya telah menggugat OpenAI atas pelanggaran hak cipta, menunjukkan kompleksitas regulasi teknologi di negara tersebut.

Safe Social Media Act diharapkan menjadi model bagi negara-negara lain yang ingin menerapkan regulasi serupa. Pendekatan komprehensif Kanada mencakup aspek usia, konten, dan teknologi AI dalam satu kerangka regulasi.

Peraturan ini juga menekankan pentingnya desain produk yang aman sejak awal. Platform media sosial tidak hanya diminta untuk memoderasi konten, tetapi juga merancang produk mereka agar lebih aman untuk anak-anak.

Penghapusan deepfake dan konten eksploitasi anak menjadi prioritas dalam regulasi ini. Platform diharapkan memiliki sistem yang efektif untuk mendeteksi dan menghapus konten semacam itu secara cepat.

Label untuk konten AI juga menjadi bagian penting dari regulasi. Pengguna harus dapat membedakan antara konten yang dihasilkan manusia dan AI untuk menghindari misinformasi.

Alat pelaporan dan pemblokiran pengguna yang jelas diharapkan dapat memberdayakan pengguna untuk melindungi diri mereka sendiri. Fitur-fitur ini penting untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Dengan berlakunya regulasi ini, Kanada menunjukkan komitmennya untuk melindungi generasi muda dari bahaya media sosial. Langkah ini diharapkan dapat mendorong negara-negara lain untuk mengikuti jejak serupa.

Implementasi regulasi ini akan dipantau secara ketat oleh Komisi Keamanan Digital Kanada. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan efektivitas peraturan dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Ke depannya, regulasi ini dapat menjadi preseden penting dalam tata kelola internet global. Pendekatan Kanada yang menggabungkan perlindungan anak dengan regulasi AI menunjukkan keseimbangan yang diperlukan dalam kebijakan digital modern.

Komentar

Belum ada komentar.