Kalah dari Microsoft, Amazon Gugat Pentagon

Microsoft dan Amazon Pentagon

Telset.id, Jakarta  – Amazon menggugat Pentagon soal kontrak komputasi awan senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp 140,45 triliun yang diberikan kepada Microsoft. Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS).

Sayang, dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (24/11/2019), Amazon enggan mengomentari tuntutan hukum tersebut kepada media. Sumber anonim menyebut bahwa perusahaan milik Jeff Bezos itu melakukannya karena merasa tidak terima.

{Baca juga: Siap-siap! Microsoft Segera Hapus Cortana dari Android dan iOS}

Tawaran kompetitif Amazon untuk proyek cloud computing Pentagon telah menuai kritik dari Presiden Donald Trump. Walhasil, Pentagon memutuskan untuk memberikan kontrak kepada Microsoft, akhir Oktober 2019.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengatakan bahwa lelang proyek cloud computing dilakukan secara adil tanpa pengaruh dari luar. Microsoft akhirnya mengalahkan tawaran para pesaing selain Amazon, yakni Oracle dan IBM.

Microsoft dan Amazon sempat saling sikut untuk memenangkan kontrak komputasi awan atau cloud computing Pentagon senilai Rp 140, 45 triliun. Proses penawaran kontrak proyek itu sempat dalam pusaran konflik kepentingan.

Bahkan, Presiden Donald Trump terlibat perdebatan dengan bos Amazon, Jeff Bezos. Trump mengaku mendapat keluhan dari perusahaan lain. Kontrak tersebut bernama he Joint Enterprise Defense Infrastructure Cloud (JEDI).

{Baca juga: Microsoft dan Amazon ‘Rebutan’ Kontrak Cloud Computing Pentagon}

JEDI adalah bagian dari upaya modernisasi digital yang dilakukan oleh Pentagon supaya mampu bergerak lebih gesit secara teknologi. JEDI akan memberi akses lebih baik kepada para militer terkait data dan cloud dari medan perang.

Secara khusus, JEDI akan memberi akses lebih baik kepada para militer ke data dan cloud dari medan perang dan lokasi terpencil lain. Kini, gonjang-ganjing perihal Amazon pun berakhir dan Microsoft muncul sebagai pemenang.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Amazon mengaku terkejut dengan keputusan Pentagon. Amazon punmempertimbangkan opsi untuk memprotes keberhasilan Microsoft memenangkan proyek komputasi awan.

Meskipun Pentagon cukup membanggakan kekuatan tempur sebagai yang paling kuat di dunia, teknologi informasi yang dimiliki nyatanya belum memadai. Para pejabat mengeluhkan sistem komputer yang ketinggalan zaman. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here