Jusuf Kalla Selamat dari Tsunami Jepang

Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta ibu Mufidah Kalla berada dalam kondisi selamat di Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo, Jepang, setelah gempa dan tsunami yang melanda pesisir Pasifik Miyagi di pulau utama Honshu, Jepang.

Keterangan dari KBRI Tokyo yang diterima Antara dan dikutip Telsetnews, Jumat (11/3), menyebutkan bahwa saat ini Duta Besar RI untuk Jepang Muhammad Lutfie beserta staf KBRI sedang mengumpulkan informasi mengenai keadaan WNI di Jepang.

Sejauh ini terdapat sekitar 20 ribu WNI di Jepang yang tersebar di sejumlah lokasi. Menurut KBRI Tokyo, gelombang tsunami telah mengakibatkan transportasi umum lumpuh dan listrik mati.

Seperti diketahui, gempa dan tsunami kuat yang terjadi pada pukul 12.46 wib dengan lokasi koordinat 38.49 Lintang Utara, 142.79 Bujur Timur, dengan kedalaman 44 KM itu menyebabkan kapal-kapal menghantam pantai dan menyapu mobil-mobil yang melewati jalan-jalan di kota-kota pesisir Jepang.

Akibat gempa dan tsunami setinggi 4 meter tersebut, banyak gedung-gedung mengalami rusak parah dan menyebabkan banyak korban terluka dan satu kebakaran hebat. Selain itu, dilaporkan juga, jaringan telekomunikasi dibeberapa wilayah Jepang mengalami gangguan yang sangat parah

Dikabarkan Bloomberg dan dikutip Telsetnews, tiga operator terbesar di Jepang, NTT DoCoMo Inc., KDDI Corp. dan Softbank Corp., melaporkan jaringan layanan mereka mengalami banyak gangguan di banyak wilayah, akibat terlanda gempa bumi yang disusul kemudian dengan tsunami di Negeri Matahari Terbit itu.

Menurut Atsuko Suzuki, juru bicara NTT DoComo, koneksi internet wireless di seluruh Jepang sempat terputus. Layanan telepon di wilayah seperti Tohoku, Kanto dan Tokai pun, dikabarkan juru bicara Softbank, Makiko Ariyama, juga mengalami gangguan yang sangat buruk.

Hingga berita ini diturunkan telah dilaporkan pula beberapa orang cedera, namun belum dilaporkan ada kematian langsung, terutama dari daerah pesisir Pasifik Miyagi di pulau utama Honshu.

Komite Penelitian Gempa pemerintah memperingatkan kemungkinan 70 persen terjadi gempa berkekuatan besar sampai 8 SR akan menyerang di dataran Kanto dalam tempo 30 tahun ke depan.

Terakhir kali sebuah “Gempa Besar” menghantam Tokyo pada tahun 1923, ketika Gempa Besar Kanto menelan lebih dari 140.000 jiwa, banyak dari mereka mati dalam kebakaran. [hbs]{jcomments on}

Previous articleJaringan Telekomunikasi Jepang Rusak Parah
Next articleTwitter Kebanjiran Tweeps Tsunami Jepang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here