John McAfee Klaim Bisa Bobol ‘Pintu Belakang’ iPhone

John McAfee, pendiri software antivirus McAfee

Telset.id, Jakarta – Apple telah secara tegas menolak permintaan pemerintah AS untuk memberikan akses backdoor terkait penyelidikan terduga terorisme di San Bernardino. Namun tanpa diduga, John McAfee, ahli cybersecurity dan juga founder software antivirus McAfee menawarkan jasa untuk membuka akses tersebut. Tapi ada syaratnya..

CEO Apple Tim Cook telah menyatakan menolak permintaan FBI untuk membuka akses backdoor dari iPhone 5c milik seorang terduga terorisme. Permintaan ini terkait kasus serangan teroris di San Bernardino, California yang terjadi Desember 2015 lalu.

[Baca juga: Apple Tolak Permintaan FBI untuk Akses Backdoor]

Menurut Cook, Apple tidak bisa memberikan software untuk akses “pintu belakang” bagi FBI agar bisa membongkar data dan konten di dalam iPhone 5c milik terduga teroris, karena khawatir disalahgunakan oleh pihak lain dan mengancam jutaan penggemar iPhone.

Ketegangan antara Apple dan FBI ini ternyata menarik perhatian John McAfee. Pemilik software antivirus McAfee ini menawarkan jasa untuk membuka akses smartphone iPhone 5c tersebut secara gratis bagi pemerintah AS. Namun penawaran ini ada syaratnya.

McAfee mengatakan bersedia membantu membuka akses backdoor, asalkan pihak Federal tidak “mengganggu” Apple lagi dengan perintah serupa (membuka akses backdoor). Peretas legendaris ini menawarkan bantuan kepada pihak FBI lewat surat terbuka.

“Inilah penawaran saya kepada FBI. Saya akan secara gratis meretas informasi pada smartphone San Bernardino, dengan tim saya. Kami akan menggunakan social engineering dan membutuhkan waktu tiga minggu,” katanya.

“Bila Anda menerima tawaran saya, maka Anda tidak lagi boleh meminta Apple untuk memberikan akses “pintu belakang” pada produk mereka, yang akan menjadi awal dari kehancuran Amerika. Bila Anda meragukan kapasitas saya, buka Google dan lihat “Cybersecurity legend”, Anda akan lihat satu-satunya nama yang muncul pada sepuluh hasil pencarian pertama dari 250.000 lainnya,” sambung McAfee.

Belum diketahui bagaimana respon dari pihak FBI atas penawaran McAfee ini. Sosok McAfee sendiri memang dikenal sebagai peretas yang legendaris.

Penawaran McAfee ini dianggap sebagai bagian kampanye dirinya yang menjadi kandidat presiden dari partai Liberal. Dia tentunya tidak akan membiarkan isu kebebasan dan privasi, yang saat ini melibatkan Apple dan pihak Federal. [HBS]

SOURCEBusiness Insider
Previous articleMantan Co- Founder Tokobagus Gabung ke Jualo.com
Next articleGoogle Translate Tambah Koleksi 13 Bahasa Baru

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here