Telset.id β Joby Aviation resmi mengakuisisi Resonant Sciences senilai US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun. Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi pengembangan bisnis pertahanan perusahaan taksi udara listrik asal California tersebut.
Kesepakatan ini diumumkan melalui dokumen regulasi yang dipublikasikan pada Selasa. Dengan akuisisi ini, Joby Aviation semakin serius memperkuat lini bisnis pertahanannya di tengah persaingan industri taksi terbang yang kian memanas.
Resonant Sciences sendiri merupakan perusahaan berbasis di Ohio yang bergerak di bidang pembuatan sistem radio frekuensi dan sensor. Setelah akuisisi, perusahaan ini akan menjadi divisi pertahanan khusus di bawah naungan Joby Aviation.
Struktur Divisi Pertahanan Baru Joby
Co-founder sekaligus CEO Resonant Sciences, J. Micah North, akan memimpin divisi baru ini. Divisi pertahanan tersebut juga akan menyerap berbagai proyek pertahanan Joby, termasuk pengembangan pesawat turbin-listrik dan hidrogen-listrik, serta teknologi otonomi.
Dengan adanya divisi khusus ini, sisa operasional Joby Aviation akan lebih fokus pada sertifikasi, manufaktur, dan peluncuran layanan taksi udara listrik komersialnya. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan teknologi masa depan dan kebutuhan bisnis jangka pendek.
Langkah akuisisi ini bukan yang pertama bagi Joby. Sebelumnya, perusahaan yang go public pada 2021 melalui merger dengan perusahaan blank-check ini telah menggunakan strategi serupa untuk mendatangkan pendapatan jangka pendek.
Tahun lalu, Joby mengakuisisi bisnis rideshare helikopter milik Blade Air Mobility senilai sekitar US$125 juta. Akuisisi tersebut memberikan akses langsung ke jaringan 12 terminal di pasar-pasar utama seperti New York City, termasuk terminal di Bandara Internasional John F. Kennedy dan Bandara Newark Liberty.
Baca Juga:
Melalui akuisisi Blade, Joby berhasil mengamankan pendapatan yang signifikan. Perusahaan melaporkan pendapatan US$38,6 juta pada kuartal kedua, di mana US$36,2 juta di antaranya berasal dari bisnis Blade.
Nilai Strategis Akuisisi Resonant Sciences
Akuisisi Resonant Sciences memberikan keuntungan ganda bagi Joby. Pertama, perusahaan ini memiliki pendapatan trailing 12 bulan sebesar US$100 juta. Kedua, Resonant memiliki akses ke program-program rahasia yang dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat.
Teknologi radio frekuensi dan sensing milik Resonant juga dinilai saling melengkapi dengan pengembangan pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) milik Joby sendiri.
Upaya Joby di sektor pertahanan memang semakin terlihat publik dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, Joby menandatangani perjanjian dengan kontraktor pertahanan L3Harris Technologies untuk mengeksplorasi peluang pengembangan kelas pesawat baru.
Pesawat tersebut adalah pesawat hibrida turbin gas dengan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang dapat terbang secara otonom untuk aplikasi pertahanan. Pesawat hibrida ini akan berbasis pada platform S4 milik Joby.
Joby selama ini fokus mengembangkan S4 dengan penggerak all-electric. Namun pada 2024, perusahaan mendemonstrasikan versi hibrida hidrogen-listrik yang terbang sejauh 521 mil di bawah kontrak pemerintah. Jarak tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan prototipe baterai-listriknya.
Pengembangan, sertifikasi, dan produksi massal eVTOL memang merupakan proses yang mahal dan memakan waktu bertahun-tahun. Hal ini kerap menjadi kekhawatiran investor yang mulai bertanya-tanya kapan investasi mereka akan menghasilkan keuntungan.
Strategi akuisisi yang menghasilkan pendapatan ini menjadi jawaban Joby untuk menenangkan para investor. Dengan memiliki bisnis yang sudah menghasilkan uang, Joby dapat membiayai pengembangan teknologi jangka panjangnya tanpa tekanan finansial yang berlebihan.
Industri taksi udara listrik sendiri sedang menjadi sorotan global. Beberapa perusahaan berlomba-lomba mengembangkan layanan serupa, termasuk di kawasan Asia dan Timur Tengah. Persaingan ini menunjukkan bahwa pasar mobilitas udara perkotaan diprediksi akan menjadi sektor yang sangat kompetitif ke depannya.
Dengan akuisisi Resonant Sciences, Joby kini memiliki dua pilar bisnis yang saling mendukung. Di satu sisi, divisi pertahanan akan menjadi sumber pendapatan yang stabil. Di sisi lain, pengembangan taksi udara komersial tetap berjalan untuk mewujudkan visi jangka panjang perusahaan.
Langkah Joby ini juga menarik untuk dicermati di tengah dinamika industri yang terus berubah. Beberapa wilayah bahkan mulai mengalihkan perhatian pada infrastruktur pendukung taksi terbang, menandakan bahwa ekosistem mobilitas udara perkotaan semakin matang.
Ke depan, keberhasilan Joby dalam mengintegrasikan Resonant Sciences akan menjadi ujian penting. Kemampuan perusahaan dalam mengelola dua lini bisnis sekaligus akan menentukan posisinya di industri yang sedang bertransformasi ini.
Bagi para pengamat industri, akuisisi ini menunjukkan bahwa jalan menuju komersialisasi taksi udara masih panjang dan membutuhkan strategi bisnis yang cerdas. Pendekatan Joby yang menggabungkan inovasi teknologi dengan sumber pendapatan jangka pendek bisa menjadi model yang menarik untuk diperhatikan.
Dengan fondasi finansial yang lebih kuat melalui akuisisi ini, Joby berharap dapat mempercepat proses sertifikasi dan peluncuran layanan taksi udara listriknya. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari perusahaan yang berbasis di California ini.





Komentar
Belum ada komentar.