Jala.ai Tawarkan Solusi untuk Tingkatkan Penjualan

Telset.id, Jakarta – Aplikasi sales software, Jala.ai resmi memulai debutnya di Indonesia. Hadirnya layanan startup ini disebut mampu membantu memudahkan kegiatan penjualan dari perusahaan.

“Sejak tahun 2019, kami melihat ada beberapa perusahaan kesulitan mengetahui kinerja Sales Officer dalam follow up sejumlah prospek. Hal ini berdampak pada penjualan yang stagnan bahkan cenderung menurun. Dari sana kami kembangkan Jala.ai sebagai solusi,” kata Mirfagah Iqbal, CEO Jala.ai.

Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi Telset.id, diakui bahwa Jala.ai hanya merupakan alat bantu. Sinergi antara aplikasi dan pengguna sendiri disebut menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan penjualan.

{Baca Juga: Ini 3 Tantangan Startup Versi Kemenparekraf}

Integrasi database prospek dari online dan offline ke dalam satu aplikasi sangat dirasakan membantu Sales Officer. Proses digitalisasi data ini mampu memudahkan konfersi prospek menjadi pelanggan.

Kekuatan lainnya dari aplikasi ini adalah kemampuannya menunjukkan channel atau saluran marketing mana yang paling efektif menghasilkan penjualan. Jala.ai mampu membandingkan saluran marketing baik online maupun offline marketing.

Teknologi yang digunakan disebut dengan perusahaa  perintis ini Pixel atau semacam tracking tools. Di ranah online, teknologi tersebut bekerjasama dengan Pixel yang dimiliki oleh Facebook, Instagram dan juga Google.

“Aplikasi yang digunakan oleh Sales Officer itu kami sebut Jala Assistant. Salah satu fitur unggulannya adalah penyaluran data prospek secara realtime dari online marketing. Jadi, iklan yang dijalankan di online (FB, IG, Google, Website) yang bertujuan mencari data prospek akan langsung masuk smartphone Sales Officer atau push notification,” jelas Mirfagah.

Saat ini startup Jala.ai baru memasuki tahap seed funding. Namun, di tahun 2020 ini Jala.ai sudah menargetkan untuk mendapatkan investor baru.

{Baca Juga: Kemenparekraf Minta Startup Jangan Banyak Bakar Duit}

“Kami sedang proses dengan investor dari luar. Namun, kami juga perlu memilih mana yang paling sesuai dengan visi Jala.ai ke depan,” ujar Aga.

Menurut penjelasan Guntur Kusuma Ardhy, selaku CMO Jala.ai, ke depannya Jala.ai tidak sekadar ingin eksis di negeri sendiri, tetapi juga mulai melakukan penetrasi ke negara-negara lainnya.

“Walaupun Jala.ai sebagai pemain lokal, tapi mimpi kami tidak hanya berhenti sampai pasar Indonesia saja. Setelah Indonesia, Asia Tenggara adalah target kami berikutnya. Aspek ini juga yang kami pertimbangkan dengan calon investor kami,” tutup Guntur. (HR/IF)

Previous articleUkraina Dibuat Geger Akibat Hoaks Virus Corona
Next articlePekerja Pabrik Samsung di Korea Selatan Terinfeksi Corona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here