Jaksa Selidiki Kasus Dugaan Pengumpulan Data oleh Google

Telset.id, Jakarta – Pengadilan Arizona, Amerika Serikat, menyelediki kasus dugaan pengumpulan data lokasi pengguna yang dilakukan oleh Google. Jaksa penuntut umum sedang mempelajari kasus sebelum memberi putusan.

Jaksa memulai penyelidikan kasus tersebut setelah Google diketahui masih mengumpulkan data, bahkan setelah pengguna mematikan menu Location History. Dalam melakukan penyelidikan, jaksa meminta banruan sebuah badan hukum.

Dilaporkan ZDNet, Rabu (12/9/2018), jaksa penuntut umum Arizona, Mark Brnovich, mengaku tengah menjalankan penyelidikan intensif untuk mencari kemungkinan pelanggan hukum penipuan konsumen yang dilakukan oleh Google.

Ia bersama badan hukum melacak kemungkinan penyimpanan data lokasi dan pelacakan data lokasi oleh Google. Sebenarnya, penyelidikan tersebut telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Namun, pihak berwenang belum memberi putusan.

Baca juga: Google Dituntut karena Kumpulkan Lokasi Pengguna Tanpa Izin

Agustus 2018 lalu, seorang pengguna bernama Napoleon Patacsil bertekad bulat menyeret Google ke pengadilan. Ia melancarkan gugatan terhadap Google lewat sang pengacara.Ia menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Google adalah salah.

Google mau tak mau menghadapi tuntutan Patacsil yang otomatis mewakili semua pengguna, baik yang mengakses perangkat bersistem operasi Android maupun iOS. Dalam dokumen gugatan, Patacsil mengatakan bahwa Google melanggar hukum privasi.

Baca juga: Google Klarifikasi soal Pelacakan Lokasi Pengguna

Sebelum ada gugatan, Google memberi pernyataan resmi terkait kabar bahwa aplikasinya tetap bisa melacak lokasi pengguna ketika tombol aktivasi dimatikan. Google menjelaskan tentang cara melacak pengguna menggunakan aplikasi tertentu. [SN/HBS]

Sumber: ZDNet

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -