Jadi Korban Perdagangan Seks, Perempuan Ini Gugat Facebook

Telset.id, Jakarta – Kasus yang menimpa Facebook nampaknya belum surut. Baru kemarin terancam denda Uni Eropa Rp 24,3 triliun akibat peretasan data pengguna, Facebook kini digugat oleh seorang perempuan yang mengklaim sebagai korban perdagangan seks.

Perempuan yang diidentifikasi bernama Jane Doe itu mengatakan telah diperkosa, dipukuli dan diperdagangkan untuk seks pada usia 15 tahun oleh germo yang dikenalnya sebagai “teman” di Facebook.

Dalam dokumen pengadilan distrik Harris County, Huston pekan ini, Doe menuduh eksekutif Facebook mengetahui ada anak di bawah umur yang dibujuk untuk melakukan perdagangan seks di platform mereka.

Wanita asal Texas ini juga menyebut website Backpage, yang sudah ditutup, dan pendirinya dalam surat gugatannya, seperti dilansir channelnewsasia.com, Rabu (3/10/2018).

Belum ada tanggapan atau komentar dari pihak Facebook. Pengacara Situs web backpage.com dan mantan karyawan yang disebut penggugat juga tidak memberikan tanggapannya atas gugatan ini.

Pengacara penggugat David Harris dan Louie Cook dari firma hukum Sico Hoelscher Harris LLP di Houston, juga tidak membalas permintaan komentar kasus ini.

Berdasarkan gugatan yang dilihat Reuters, perempuan itu berteman dengan pengguna yang kelihatan kenal dengan beberapa teman aselinya di dunia nyata pada 2012 lalu. Teman pria baru itu kemudian mengirim pesan padanya melalui Facebook.

Singkat cerita, sang Germo menawarkan bantuan untuk menghibur perempuan yang bertengkar dengan ibunya tersebut. Namun kenyataannya justru berkata lain.

Setelah menjemput perempuan itu dirumahnya, Germo itu malah memukul, memerkosanya dan memfoto dirinya yang kemudian diposting di situs web Backpage.com.

Baca juga: Pengguna Tunjukkan Tampilan Baru Facebook Messenger

Dalam kasus ini Facebook dianggap tidak melakukan cukup upaya untuk memverifikasi identitas pengguna, yang ternyata palsu. Jejaring sosial ini juga dianggap tidak pernah memberikan peringatan terhadap Jane Doe terhadap bahaya perdagangan seks yang beroperasi mencari korban disana.

Awal tahun ini Backpage.com ditutup oleh otoritas Amerika setelah ada penyelidikan Departemen Kehakiman terkait tuduhan bahwa situs web itu banyak digunakan untuk perdagangan seks. [WS/HBS]

Sumber: Channelnewsasia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here