Israel Kembangkan Alat Pendeteksi Kejang Epilepsi

Pendeteksi Kejang Epilepsi
Foto: Andreus via Getty Images

Telset.id, Jakarta  – Para peneliti dari Ben-Gurion University of Negev di Israel mengembangkan pendeteksi kejang epilepsi. Perangkat tersebut bisa mendeteksi kejang epilepsi satu jam sebelumnya.

Orang yang menderita serangan epilepsi mungkin akan kesulitan menjalani kehidupan normal. Terkadang, kejang epilepsi bisa terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan di jalan raya.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Kamis (1/10/2020), para peneliti dari Ben-Gurion University of Negev di Israel telah mengembangkan perangkat khusus yang dapat mengatasinya.

Bentuknya berupa perangkat EEG yang dapat dikenakan di organ tubuh dan menggunakan pembelajaran mesin untuk membantu mendeteksi serangan epilepsi sejak satu jam sebelum kejang terjadi.

{Baca juga: Nyawa Anak Ini Tertolong Fitur EKG Apple Watch}

Setiap mendeteksi potensi kejang, perangkat dapat memperingatkan pemakai. Dengan begitu, pengguna bisa melakukan antisipasi dengan cara meminum obat atau mengantisipasi potensi kejang mendadak.

Sebelumnya, para peneliti dari University of Louisiana di Lafayette juga mengembangkan perangkat serupa pada 2019. Namun, para peneliti dari Ben-Gurion University of Negev di Israel mengklaim berbeda.

Perangkat buatan mereka diklaim menggunakan lebih sedikit elektroda EEG. Dengan kata lain, hal itu dapat menghasilkan perangkat dengan ukuran lebih kecil dan lebih kompak jika memang akan dikomersialkan.

Sejauh ini, berdasarkan pengujian, algoritma mereka berhasil mencapai akurasi sekitar 95 persen sampai 97 persen. Meskipun ada kesalahan positif, tidak selalu berarti buruk. Mari tunggu saja kehadirannya.

Masih terkait kejang epilepsi, sebelumnya Twitter pun memberlakukan kebijakan khusus untuk melindungi pengidap epilepsi.

Twitter melarang file gambar bergerak atau Animated PNG (APNG) muncul di platform mereka. Alasannya, Twitter ingin melindungi pengidap epilepsi yang terganggu akibat kemunculan gambar bergerak yang mirip GIF tersebut di Twitter.

Dijelaskan bahwa Twitter awalnya menemukan bug yang memungkinkan pengguna memasang banyak gambar APNG dalam satu postingan.

{Baca juga: Twitter Haramkan Gambar APNG Demi Pengidap Epilepsi}

Bug itu memungkinkan gambar APNG tetap bergerak meski pengaturan auto play di Twitter dimatikan.

Twitter menilai, animasi tersebut sangat mengganggu karena membuat kinerja smartphone menjadi menurun akibat ukuran file yang besar, serta tidak aman untuk pengidap epilepsi.

“Kami ingin semua orang memiliki pengalaman yang aman di Twitter,” kata perusahaan itu dalam tweet APNG menyenangkan, tetapi mereka tidak menghargai pengaturan putar otomatis,” ujar Twitter. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here