Israel Dibalik Layanan Pop Screen Telkomsel?

Jakarta – Panitia Kerja (Panja) Pencurian Pulsa mempertanyakan bentuk kerjasama Telkomsel dengan pihak Celtick dalam menawarkan konten premium melalui pop screen.

Layanan konten premium via pop screen yang dijalankan Telkomsel ini dianggap cukup meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu Panja Pencurian Pulsa ingin mendapatkan penjelasan tentang keberadaan layanan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi I DPR RI.

Kami ingin mendengar penjelasan dari Telkomsel mengenai bentuk kerjasama mereka dengan Celtick sebagai pengembang platform pop screen, tanya Anggota Komisi I Enggarstiato Lukito dalam RDPU, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/12). Menurutnya, hal ini perlu dipertanyakan karena layanan tersebut termasuk salah satu layanan konten premium yang dilaporkan cukup meresahkan masyarakat.

Kerjasama ini, lanjut Enggar, cukup menarik perhatian publik karena dibalik Celtick ada perusahaan yang namanya JVP dan Amadeus Capital. Menurut informasi, JVP ini masih berkaitan dengan Israel, ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, dalam kerjasama tersebut, Telkomsel menggandeng mitra lokal Limas untuk menggelar layanan pop screen tersebut. Makanya hari ini kami minta Telkomsel bisa menjelaskan kepada kami, tegas Enggar.

Masih dikesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPR lainnya, Nuning Kertopati mempertanyakan tentang dampak lambannya migrasi OSS BSS buatan Amdocs yang dinilai telah merugikan pelanggan.

“Kami ingin tahu, apakah dipilihnya Celtick sebagai mitra Telkomsel ada kaitannya dengan masalah OSS BSS dari Amdocs, cecar Nuning. [hbs]{jcomments on}

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0