iPhone Murah Cara Apple Akuisisi Segmen Menengah

10 warna iPhone versi murah
10 warna iPhone versi murah

Jakarta – Kabar tentang iPhone murah telah menjadi berita hangat di sejumlah situs teknologi. Namun banyak yang bertanya-tanya, apakah memang benar Apple akan membenderol smartphone-nya itu dengan harga yang murah?

Tapi bagaimana jika ternyata “iPhone murah” tidak benar-benar murah? Bagaimana jika harganya ternyata hanya di kisaran USD 350 atau Rp 3,4 juta, bukannya 150 atau 200 dollar?

Analis Gokul Hariharan dan Mark Moskowitz dari J.P. Morgan mengatakan, meski Apple disebutkan ingin menyasar segmen low-end dengan smartphone-nya tersebut, namun jika menilik kebiasaan sebelumnya, Apple tidak pernah benar-benar menyentuh level kelas bawah.

Seperti dikutip telsetNews dari AllThingsD, Selasa (7/5), misalnya iPad Mini yang dibanderol paling murah seharga USD329, dulu dinilai terlalu mahal untuk dapat bersaing langsung dengan Google Nexus 7 (USD249) dan Amazon Kindle Fire (USD199).

Namun kenyataannya tablet berukuran 7,9 inchi itu ternyata sangat populer dan bahkan berhasil menetapkan level harga mainstream baru di antara segmen high-end (USD499 ke atas) dan low-end (USD249 ke bawah).

Begitu juga yang tejadi untuk iPod Nano. Perangkat musik Apple ini saat pertama diluncurkan tahun 2005 lalu ini dipatok seharga USD199. Saat itu harga tersebut tergolong lebih tinggi dibandingkan perangkat-perangkat serupa di segmen bawah, tapi masih lebih murah dibandingkan level harga iPod di USD299.

Bahkan menurut J.P. Morgan, Nano meraih sukses besar sehingga setengah angka penjualan perangkat iPod secara keseluruhan disumbangkan oleh model ini hanya beberapa tahun setelah diluncurkan.

Dengan melihat kedua contoh kasus tadi, terlihat Apple sengaja mengorbankan margin tinggi untuk membuat produk ‘high-end’ untuk masuk di level mainstream sehingga memperluas pangsa pasarnya.

Analisis ini sejalan dengan pernyataan CFO Apple Peter Oppenheimer yang menegaskan bahwa margin iPad Mini berada di bawah rata-rata korporat, tetapi telah memberi manfaat jangka panjang sebagai keputusan strategis yang dibuat Apple.

Dari pernyataan itu Apple jelas memiliki pandangan yang sama terhadap pasar smartphone, dan kemungkinan ‘kebijakan’ yang sama bakal berulang lagi.

Kebijakan yang dimaksud adalah, Apple akan memasarkan ‘iPhone murah’ di segmen menengah untuk memancing lebih banyak konsumen kelas ‘mid-range’ ke level harga yang lebih tinggi.

Dengan cara tersebut, Apple diyakini akan dapat mengakuisisi 20 hingga 25 persen dari pasar kelas menengah, yang selama ini hampir tidak tersentuh Apple. Raksasa dari Cupertino itu berharap bisa masuk ke pasar kelas menengah dalam waktu 12 bulan ke depan, saat mereka merilis iPhone di level harga USD350 – USD400.

Sebelumnya juga telah diberitakan bahwa Apple hanya akan memulai penjualan iPhone murah dalam jumlah terbatas untuk menguji respon pasar. Menurut sumber di pabrik perakitan iPhone di Taiwan, Apple diduga hanya akan membuat 2,5 juta – 3 juta unit iPhone murah dengan target utama untuk pasar negara berkembang.

iPhone versi murah ini dikatakan memiliki layar 4 inchi LCD LTPS dan berjalan dengan menggunakan chip A6. Hal ini akan memungkinkan Apple untuk menggunakan komponen yang sudah tersedia agar tidak terkendala masalah pasokan.[HBS]

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0