📑 Daftar Isi

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dalam warna Burgundy

iPhone 18 Pro Cetak 7 Juta Pre-Order di China, JD Kehabisan Stok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di China tembus 7 juta unit
  • JD kehabisan stok dalam waktu kurang dari satu menit
  • Pendapatan pre-order di Tmall dua kali lipat dibanding iPhone 17 Pro
  • Harga naik CNY 1.000, iPhone 18 Pro mulai CNY 10.000
  • 60% konsumen pilih iPhone 18 Pro, warna Burgundy terpopuler

Telset.id – Pre-order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di China menembus lebih dari 7 juta unit di seluruh kanal penjualan. Angka ini muncul setelah pembukaan pre-order pada Sabtu malam, 12 September pukul 20.00 waktu setempat, dan langsung memicu kelangkaan stok di sejumlah peritel besar.

Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena kontras dengan pasar Amerika Serikat yang disebut kurang menggembirakan. Di China, permintaan justru melonjak. Peritel JD kehabisan unit yang tersedia dalam waktu kurang dari satu menit, meski jumlah stok yang disiapkan JD tidak diketahui secara pasti. Cerita serupa datang dari sejumlah peritel lain.

Di platform Tmall, pendapatan penjualan dari pre-order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tercatat dua kali lipat dibandingkan yang diraih iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max pada tahun sebelumnya. Perlu dicatat, lonjakan pendapatan ini tidak otomatis berarti lonjakan unit terjual, sebab model 2026 dibanderol CNY 1.000 lebih mahal dibanding model 2025.

Harga iPhone 18 Pro mulai dari CNY 10.000, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai dari CNY 11.000. Meski demikian, capaian pre-order tersebut tetap tercatat sebagai statistik yang mengesankan di pasar China.

iPhone 18 Pro Jadi Pilihan Mayoritas

Yang menarik, sekitar 60% pemesan justru memilih iPhone 18 Pro ketimbang versi Pro Max. Bobot bodi menjadi alasan utama, di mana iPhone 18 Pro tercatat 211 gram sementara iPhone 18 Pro Max mencapai 249 gram. Pola ini tidak biasa, karena biasanya varian Pro Max justru mencatat penjualan lebih tinggi.

Selain soal bobot, warna Burgundy menjadi pilihan teratas konsumen. Popularitas warna tersebut tidak lepas dari faktor kebetulan budaya: nama warna itu disebut sebagai homonim dari kata “kemakmuran” dalam bahasa China. Kombinasi ini membuat Burgundy menjadi warna hero yang tepat untuk iPhone 18 Pro di pasar setempat.

Kinerja pre-order di China ini juga menegaskan posisi iPhone 18 Pro di antara perangkat flagship terbaru. Dalam pengujian benchmark, iPhone 18 Pro bahkan disebut mengalahkan Galaxy S26 Ultra. Daya tarik perangkat ini turut diperkuat kemampuan pengisian cepat, di mana iPhone 18 Pro Max dapat mengisi 50% baterai hanya dalam 15 menit.

Dampak ke Pasar Global

Animo pasar China terhadap iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max berpotensi memengaruhi dinamika persaingan di segmen flagship. Dalam konteks pasar Indonesia, laporan penjualan menunjukkan Galaxy Z Fold8 mencatat kenaikan 10% setelah peluncuran duo iPhone terbaru. Ini mengindikasikan kehadiran iPhone baru turut menggerakkan permintaan di kategori perangkat lipat.

Dari sisi harga, iPhone 18 Pro terdaftar pada sejumlah kanal ritel dengan opsi 256GB 12GB RAM di kisaran $1.250,00 hingga $1.439,00, serta varian 512GB 12GB RAM pada €1.699,00 dan £1.399,00. Sementara iPhone 18 Pro Max tercatat mulai $1.350,00 untuk 256GB 12GB RAM, serta €1.599,00, dan varian 512GB 12GB RAM pada €1.849,00 dan £1.499,00.

iPhone 18 Pro and iPhone 18 Pro Max

Deretan angka pre-order ini menunjukkan bahwa meski harga naik CNY 1.000 dibanding generasi sebelumnya, minat konsumen China terhadap iPhone 18 Pro series tetap tinggi. Lonjakan permintaan di kanal daring seperti Tmall dan peritel JD menjadi indikator awal kuatnya penerimaan pasar terhadap lini terbaru Apple tersebut.

Bagi konsumen yang menunggu kehadiran perangkat ini, dinamika pre-order di China bisa menjadi cerminan bagaimana pasar lain, termasuk Indonesia, akan merespons. Namun, semua bergantung pada ketersediaan stok dan strategi distribusi resmi masing-masing wilayah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.