Telset.id – Jika Anda berpikir lanskap keamanan digital di Tanah Air sudah cukup padat, bersiaplah untuk meninjau ulang perspektif tersebut. WhizHack Technologies, sebuah nama yang kini mulai diperhitungkan di kancah global, baru saja membuat gebrakan signifikan di Jakarta. Bukan sekadar seremoni pemotongan pita biasa, kehadiran mereka membawa angin segar sekaligus peringatan serius mengenai betapa rentannya batasan antara teknologi informasi dan operasional di era industri modern.
Pada tanggal 2 Februari 2026, suasana berbeda terasa dalam pertemuan eksklusif yang dihelat oleh CIO Association Indonesia Chapter. Acara ini bukan sekadar ajang jejaring bagi para petinggi teknologi, melainkan menjadi panggung utama bagi WhizHack Technologies untuk mendeklarasikan operasional bisnisnya secara resmi di Indonesia. Di hadapan para Chief Information Officer (CIO), Chief Information Security Officer (CISO), dan pengambil keputusan senior, diskusi mendalam mengenai masa depan keamanan siber menjadi menu utama yang tak terelakkan.
Langkah ini menandai babak baru bagi ekosistem digital nasional. Peluncuran ini menegaskan komitmen WhizHack untuk tidak berjalan sendirian, melainkan merangkul kolaborasi erat dengan para pemimpin industri, mitra strategis, dan lembaga lokal. Tujuannya sangat jelas, yakni memperkuat benteng pertahanan siber negara dari ancaman yang kian kompleks dan tak terduga. Narasi yang dibangun bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan sebuah upaya kolektif untuk menciptakan ketahanan nasional di ranah maya.
Menjawab Tantangan Konvergensi IT dan OT
Abhijit Das, selaku Co-Founder dan Managing Director WhizHack Technologies Pte. Ltd., menyampaikan pesan yang cukup menohok dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa masuknya perusahaan ke pasar Indonesia tidak didasari oleh keinginan untuk sekadar menancapkan bendera atau memamerkan logo perusahaan semata. Lebih dari itu, ia ingin memulai perjalanan ini dengan pertukaran ide yang substansial mengenai pengamanan ekosistem secara menyeluruh bersama para pemimpin yang bergelut dengan risiko siber setiap harinya.
Fokus utama yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah fenomena pertumbuhan konvergensi antara Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). Kita harus mengakui bahwa seiring dengan banyaknya organisasi yang mengadopsi manufaktur cerdas, infrastruktur yang saling terhubung, serta operasi berbasis data, tembok pemisah tradisional antara keamanan IT dan OT kini telah runtuh. Celah ini, jika tidak ditangani dengan serius, berpotensi menjadi risiko fatal bagi kelangsungan bisnis dan kedaulatan data perusahaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, WhizHack memperkenalkan senjata andalan mereka, yakni Integrated Cyber Security Platform ZeroHack XDR Suite. Platform ini dirancang secara khusus untuk membantu organisasi melakukan transisi mulus dari penggunaan alat keamanan yang terfragmentasi menuju strategi keamanan terpadu. Solusi ini diklaim mampu membantu mengamankan berbagai sektor krusial, mulai dari pemerintahan, sistem perusahaan, hingga operasi industri yang kompleks.
Baca Juga:
Manusia Sebagai Tulang Punggung Pertahanan
Satu hal yang membedakan acara peluncuran ini dari kegiatan serupa adalah penekanannya pada aspek kepraktisan. Para peserta tidak diajak untuk berenang dalam kerangka kerja teoretis yang abstrak, melainkan langsung diajak mengeksplorasi skenario dunia nyata. Pendekatan ini dinilai jauh lebih efektif dalam membuka mata para pemangku kepentingan mengenai bahaya nyata yang mengintai di balik layar monitor mereka.
Sesi diskusi juga memberikan porsi besar pada pentingnya metode pembelajaran berbasis jangkauan siber atau cyber range-based learning. Dalam metode ini, tim keamanan dapat mempraktikkan keterampilan ofensif dan defensif mereka dalam lingkungan yang aman dan terkontrol. Hal ini sangat krusial mengingat teknologi hanyalah alat bantu, sementara operator di belakangnya adalah penentu kemenangan dalam perang siber.
Abhijit Das kembali menekankan filosofi humanis dalam strategi keamanannya. Menurutnya, meskipun teknologi memegang peranan sangat penting, manusia tetaplah menjadi tulang punggung sejati dari ketahanan siber. Ketika sebuah tim terlatih dengan baik, diuji kemampuannya, dan diberdayakan, organisasi mampu merespons insiden dengan jauh lebih cepat dan dengan biaya pemulihan yang terendah. Ini sejalan dengan semangat strategi cloud yang cerdas, di mana efisiensi dan keamanan harus berjalan beriringan.
Komitmen Jangka Panjang di Nusantara
Dengan peluncuran resmi ini, WhizHack Technologies memulai perjalanannya di Indonesia dengan visi jangka panjang yang solid. Mereka hadir untuk mendukung organisasi tidak hanya dengan menyodorkan alat-alat canggih, tetapi juga melengkapinya dengan strategi matang, peningkatan keterampilan SDM, dan kemitraan yang berkelanjutan. Sebagai perusahaan keamanan siber terintegrasi vertikal, fokus mereka pada keamanan IT dan OT terpadu menjadi nilai tawar yang sulit diabaikan.
Layanan yang ditawarkan pun mencakup spektrum yang luas, mulai dari produk keamanan, layanan konsultasi, hingga pelatihan langsung. WhizHack berkomitmen memberikan ketahanan siber end-to-end melalui platform keamanan canggih, simulasi ransomware, penanganan penipuan siber, dan program jangkauan siber yang mendalam. Dirancang di Asia dan dibangun untuk dunia, WhizHack berambisi membantu organisasi mengubah risiko siber menjadi ketahanan operasional yang nyata.
Bagi para pelaku industri dan pemangku kepentingan di Indonesia yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai solusi yang ditawarkan, WhizHack membuka jalur komunikasi melalui email global di global@whizhack.com. Selain itu, pelanggan di Indonesia juga dapat menghubungi mitra lokal mereka melalui info@metamorph.id untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan pasar tanah air.

