TikTok Dihukum €500 Juta karena Bocorkan Data Pengguna Eropa ke China

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Dunia digital kembali diguncang skandal privasi. TikTok, platform media sosial yang digandrungi miliaran pengguna, dikabarkan akan dikenai denda lebih dari €500 juta (sekitar Rp8,5 triliun) oleh regulator Irlandia. Sanksi ini dijatuhkan setelah investigasi selama empat tahun membuktikan transfer data pribadi pengguna Eropa ke China tanpa izin.

Pelanggaran Berat di Bawah Payung GDPR

Badan Perlindungan Data Irlandia (DPC), yang bertindak sebagai pengawas operasi ByteDance (perusahaan induk TikTok) di Uni Eropa, menemukan bukti kuat pelanggaran aturan General Data Protection Regulation (GDPR). Regulasi ketat ini dirancang untuk melindungi privasi warga Eropa, dengan ancaman denda maksimal 4% dari pendapatan global perusahaan pelanggar.

Menurut laporan eksklusif Bloomberg, investigasi mengungkap bahwa data pengguna—termasuk informasi sensitif—dipindahkan ke China dan diakses oleh tim engineering di sana. Padahal, TikTok selalu bersikeras bahwa data pengguna Eropa disimpan di Amerika Serikat.

Kegelisahan di Balik Tirai Teknologi

“TikTok menyatakan data EU ditransfer ke AS, bukan China. Namun kami menemukan kemungkinan insinyur pemeliharaan dan AI di China mengakses data tersebut,” ujar Helen Dixon, mantan Komisaris Perlindungan Data Irlandia, saat memulai penyelidikan pada Maret 2021.

China memang dikenal dengan sistem pengawasan berbasis teknologi yang masif. Kabar ini tentu memicu kekhawatiran baru tentang keamanan data di platform yang digunakan 150 juta warga Amerika dan puluhan juta pengguna Eropa.

  • Denda €500 juta menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah GDPR
  • Irlandia memimpin investigasi karena kantor pusat ByteDance untuk Eropa berlokasi di Dublin
  • Jumlah akhir denda dan tanggal pengumuman resmi masih bisa berubah

Badai Ganda untuk TikTok

Masalah hukum ini datang di saat kritis bagi TikTok. Platform tersebut sedang menghadapi ancaman larangan di AS jika tidak menemukan pembeli sebelum tenggat waktu 5 April. Beberapa opsi yang beredar termasuk akuisisi oleh raksasa seperti Amazon atau pembentukan entitas independen baru oleh investor AS.

Dengan dua krisis besar berbarengan—denda Eropa dan ancaman ban AS—masa depan TikTok sebagai platform global benar-benar diuji. Bagaimana ByteDance merespons akan menentukan nasib salah satu media sosial paling berpengaruh di dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI